Pelibatan 20 Anggota TNI dalam Penganiayaan Prada Lucky Namo
Sebanyak 20 anggota TNI disebut terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan kematian Prajurit Dua (Prada) Lucky Chepril Saputra Namo (23). Korban adalah prajurit TNI yang bertugas di Batalyon Yonif Teritorial Pembangunan/834 Wakanga Mere (Yonif TP/834/WM) Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari jumlah tersebut, satu pelaku adalah seorang perwira, sementara sisanya merupakan bintara dan tamtama.
Perwira yang terlibat adalah Letda Inf Thariq Singajuru. Meski nama tersebut telah diketahui, jabatan spesifiknya masih belum jelas. Berikut adalah daftar lengkap pelaku penganiayaan yang terdiri dari dua kelompok: pemukulan menggunakan selang dan pemukulan dengan tangan.
Pemukulan Menggunakan Selang
- Letda Inf Thariq Singajuru
- Sertu Rivaldo Kase
- Sertu Andre Manoklory
- Sertu Defintri Arjuna Putra Bessie
- Serda Mario Gomang
- Pratu Vian Ili
- Pratu Rivaldi
- Pratu Rofinus Sale
- Pratu Piter
- Pratu Jamal
- Pratu Ariyanto
- Pratu Emanuel
- Pratu Abner Yetersen
- Pratu Petrus Nong Brian Semi
- Pratu Emanuel Nibrot Laubura
- Pratu Firdaus
Pemukulan dengan Tangan
- Pratu Petris Nong Brian Semi
- Pratu Ahmad Adha
- Pratu Emiliano De Araojo
- Pratu Aprianto Rede Raja
Kronologi Penganiayaan
Penganiayaan terhadap Prada Lucky Namo dilakukan oleh beberapa senior. Laporan intelijen menyebut bahwa korban dipukul oleh rekan-rekannya. Pemeriksaan Staf-1/Intel Yonif 834/WM menunjukkan bahwa ada dua jenis kekerasan yang dilakukan, yaitu menggunakan selang dan tangan kosong.
Pada Senin (4/8) pukul 23.30 Wita, Prada Lucky Namo masuk ruang ICU RSUD Aeramo, Nagekeo, setelah mengalami kondisi kesehatan yang memburuk.
Faktor Pemicu Penganiayaan
Menurut laporan, penyebab utama penganiayaan adalah adanya penyimpangan seksual (LGBT) yang dilakukan oleh Prada Lucky Namo dan Prada Ricard Junimton Bulan. Pemeriksaan terhadap Prada Lucky dilakukan pada Minggu (27/7) pukul 21.45 Wita.
Keesokan harinya, Prada Lucky kabur saat izin ke kamar mandi. Kejadian ini diketahui oleh Serda Lalu Parisi Ramdani, yang kemudian melaporkannya kepada Sertu Thomas Desambris Awi. Pihak komando kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan Prada Lucky di rumah ibu asuhnya.
Setelah ditemukan, Prada Lucky dibawa kembali ke Marshalling Area dan diperiksa. Saat itu, beberapa senior mengambil alih dan memukulnya menggunakan selang. Kejadian ini berulang beberapa kali hingga akhirnya korban mengalami kondisi kesehatan yang semakin buruk.
Pada Rabu (30/7), empat orang personel kembali memukuli Prada Lucky dan Prada Ricard Junimton Bulan menggunakan tangan kosong. Setelah pemeriksaan medis, Prada Lucky dirujuk ke rumah sakit karena kondisi hemoglobin rendah.
Perkembangan Kondisi Kesehatan
Pada Minggu (3/8), kondisi Prada Lucky mulai membaik setelah mendapat penanganan medis. Namun, pada Senin (4/8), kondisinya kembali menurun, sehingga harus dipindahkan ke ruang ICU. Pada Selasa (5/8), ventilator dipasang untuk membantu pernapasannya.
Komandan Kompi C Yon TP 834/WM, Lettu Inf Rahmat, menyatakan bahwa timnya berhasil mengungkap keterlibatan empat anggota Yonif TP 834/WM Nagekeo yang melakukan pemukulan terhadap Prada Lucky Namo. Empat pelaku tersebut kini diamankan di Sub Denpom Ende untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.






























































