Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Polda Sumut Selidiki Kematian Mahasiswi Unimed Anak Anggota DPRD Tebingtinggi

Kasus Kematian Mahasiswi di Medan Masih Menyisakan Misteri

Pihak kepolisian Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah menerima laporan terkait kematian seorang mahasiswi yang ditemukan tewas dalam kamar indekosnya. Korban bernama Maria Agustina Naibaho (23), seorang mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED), ditemukan meninggal dunia di Jalan Rela, Kecamatan Medan Tembung.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, menyatakan bahwa laporan dugaan tindak pidana masih dalam proses penanganan. Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan alat bukti, dan memeriksa saksi guna menentukan penyebab pasti kematian korban. Meski begitu, hingga saat ini belum ada informasi resmi yang dikeluarkan mengenai apakah korban meninggal karena pembunuhan atau faktor lain.

Kematian Maria Agustina Naibaho masih menyisakan banyak pertanyaan. Jasadnya ditemukan oleh pacarnya, Sanggam Elroi Marbun, pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, Sanggam mendatangi kamar kos korban di Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung. Setelah tidak mendapatkan jawaban dari dalam kamar, ia kemudian meminta dua temannya untuk membuka pintu kamar. Dengan pintu terbuka, Sanggam menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dan tercium bau tak sedap dari kamar tersebut.

Saat ini, penyebab kematian Maria masih menjadi teka-teki. Beberapa anggota keluarga korban mengungkapkan adanya luka memar di tubuh korban, termasuk di bagian bawah ketiak kiri, lutut, dan organ vital yang berdarah. Selain itu, handphone korban disebut rusak terbelah di dalam kamar kos. Informasi ini didapatkan dari keterangan abang kandung Maria, yang juga sebagai pelapor ke polisi.

Mangatur Naibaho, ayah korban, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuat laporan resmi ke polisi untuk mengungkap penyebab pasti kematian putrinya. Ia menyatakan bahwa meskipun sebelumnya tidak ada hal yang mencurigakan, kini ia ingin mengetahui penyebab kematian putrinya secara jelas.

Maria Agustina Naibaho, yang merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara, sebelumnya sempat berkirim pesan ke ibunya dua hari sebelum kematianya. Dalam pesan singkat itu, ia mengeluh sakit kepala hingga suaranya menghilang. Namun, Mangatur tidak menjelaskan secara rinci apakah pesan tersebut dikirim karena tidak mengangkat telepon ibunya atau memang menyampaikan dirinya sedang sakit. Menurutnya, Maria tidak memiliki riwayat penyakit serius.

Ayah korban mengaku syok setelah mendengar kabar kematian putrinya. Ia mendapat informasi tersebut saat sedang dalam perjalanan dari Pekanbaru menuju Medan. Tiba-tiba, handphonenya berdering dan mendapat telepon dari rekannya. Di sinilah ia mengetahui bahwa Maria sudah meninggal dunia di dalam kamar indekosnya.

Pihak keluarga mengatakan bahwa mereka tidak menghubungi Mangatur karena sedang dalam perjalanan. Informasi tentang kematian Maria baru diterima setelah ia sampai di Medan.

Sebelum penemuan mayat, penghuni indekos dan warga sekitar Jalan Rela, Kecamatan Medan Perjuangan, sempat heboh. Penemuan mayat pertama kali diketahui oleh pacar korban, Sanggam Elroi Marbun, yang langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kelurahan dan polsek setempat.

Menurut Kompol Ras Maju Tarigan, di jenazah korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun, informasi ini masih perlu diverifikasi lebih lanjut oleh pihak kepolisian.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *