Ringkasan Peristiwa Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM
Pada hari Kamis, 12 Maret 2026, seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) yang bernama Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Peristiwa ini terjadi sesaat setelah Andrie mengikuti acara podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.
Saat itu, Andrie sedang berkendara di Jalan Salemba I-Talang menggunakan sepeda motor. Dua pria yang berboncengan motor matic mendekatinya dari arah berlawanan dan langsung menyiramkan cairan yang diduga merupakan air keras. Cairan tersebut mengenai bagian kanan tubuh Andrie, termasuk mata, wajah, dada, dan tangan. Korban langsung merasa sakit dan terjatuh.
Tidak ada barang berharga yang hilang setelah kejadian, sehingga indikasi kuat bahwa serangan ini berkaitan dengan aktivitas Andrie sebagai aktivis HAM. Selain itu, beberapa informasi penting terkait peristiwa ini juga telah terungkap.
Telepon Misterius Sebelum Kejadian
Sebelum insiden penyiraman air keras terjadi, Andrie sempat menerima panggilan telepon dari nomor tak dikenal. Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan bahwa ada beberapa panggilan pada tanggal 9 hingga 12 Maret 2026. Beberapa nomor tersebut diduga terkait dengan spam penipuan, pinjaman online, atau modus m-banking.
Pada hari kejadian, Andrie menjalani rutinitas seperti biasanya. Ia meninggalkan Kantor KontraS sekitar pukul 15.30 WIB untuk menghadiri pertemuan di Kantor Celios membahas tindak lanjut laporan investigasi Komisi Pencari Fakta mengenai Aksi Agustus 2025. Setelah itu, ia menuju kantor YLBHI di Jalan Diponegoro, Menteng, untuk melakukan perekaman podcast bersama staf YLBHI, Zainal Arifin.
Andrie tinggal di kantor YLBHI hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Setelahnya, ia pulang dengan sepeda motornya setelah mengisi bahan bakar di SPBU Cikini. Sekitar pukul 23.37 WIB, saat melintasi Jalan Salemba I, ia melihat dua orang yang mengendarai sepeda motor dari arah berlawanan. Saat kendaraan mereka berpapasan, pelaku langsung menyiramkan cairan keras ke arah korban.
Rumah Keluarga Didatangi OTK
Selain kejadian penyiraman air keras, rumah keluarga Andrie di Sukabumi, Jawa Barat, pernah didatangi orang tak dikenal pada 16 Januari 2026. Menurut Dimas Bagus Arya, OTK tersebut mencari informasi tentang Andrie dan keluarganya. Pihak KontraS menduga hal ini berkaitan dengan aktivitas Andrie dalam bidang HAM.
“Ada bukti CCTV saat orang tak dikenal mengaku dari Jakarta dengan pelat nomor D,” ujar Dimas.
Tim Gabungan Lakukan Penyelidikan
Tim gabungan dari Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Pusat masih melakukan penyelidikan terkait kasus penyiraman air keras ini. Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa pihaknya akan serius dalam mengungkap pelaku, siapa pun latar belakangnya.
Penyelidikan dilakukan secara ilmiah, profesional, dan transparan sesuai prosedur yang berlaku. Saat ini, tim sedang menganalisis rekaman CCTV dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian.
Korban Jalani Perawatan Intensif
Saat ini, Andrie Yunus masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar yang dialaminya. Kepala Divisi Impunitas KontraS, Jane Rosalina, menyampaikan bahwa kondisi Andrie belum memungkinkan untuk ditemui. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen akibat reaksi inflamasi dari cairan keras.
Luka paling parah terdapat pada mata kanan korban. Tim medis telah memberikan penanganan khusus dari dokter spesialis bedah mata. Andrie ditempatkan di ruang perawatan intensif untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.
KontraS berharap publik dapat mendukung proses hukum yang sedang berjalan agar kasus ini bisa segera diusut tuntas dan pelaku dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.











Leave a Reply