Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Andrie Yunus Disiram Air Keras, Dedi Mulyadi Angkat Bicara



Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus, yang merupakan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), kini menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026). Kejadian ini menimbulkan kegeraman masyarakat karena dikhawatirkan mengulang pengalaman serupa dengan kasus yang menimpa Novel Baswedan, penyidik KPK, pada tahun 2017 silam.

Andrie Yunus sebelumnya dilaporkan mendapat serangan dari orang tak dikenal. Saat itu, ia sedang beraktivitas seperti biasanya, yaitu meninggalkan kantor KontraS sekitar pukul 15.30 WIB untuk menghadiri pertemuan di Kantor Celios. Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut laporan investigasi Komisi Pencari Fakta mengenai Aksi Agustus 2025.

Sebelum kejadian tersebut, Andrie Yunus sempat menerima panggilan telepon misterius. Hal ini disampaikan oleh Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya. Menurutnya, Andrie menerima beberapa panggilan dari nomor tidak dikenal antara tanggal 9 hingga 12 Maret 2026. Meski tidak ada informasi pasti tentang isi panggilan tersebut, hal ini menunjukkan adanya ancaman atau upaya memantau aktivitas Andrie.

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, memberikan komentar terkait kasus ini. Ia menyatakan harapan agar Jawa Barat terhindar dari berbagai masalah teror, intimidatif, maupun upaya menghilangkan nyawa orang lain. Dedi menegaskan bahwa kejadian penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus harus diselidiki secara tegas dan menjunjung supremasi hukum.

“Kita harus senantiasa menjunjung supremasi hukum,” ujar Dedi Mulyadi dalam pernyataannya. Ia juga meyakini bahwa pelaku penyerangan dan dalang di balik penyiraman air keras akan diungkap oleh pihak kepolisian. Selain itu, Dedi berpesan kepada masyarakat untuk saling menghargai di tengah demokrasi yang terbuka seperti di Indonesia.

Beberapa isu terkait kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Pihak kepolisian sedang melakukan investigasi terhadap kejadian penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua pihak terlibat dapat bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan tetap waspada dan tidak mudah terpicu emosi. Setiap kejadian yang melibatkan ancaman terhadap individu harus ditangani dengan baik dan sesuai prosedur hukum.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus:

  • Waktu kejadian: Terjadi pada Kamis (12/3/2026) di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.
  • Korban: Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS.
  • Aktivitas korban sebelum kejadian: Meninggalkan kantor KontraS sekitar pukul 15.30 WIB untuk menghadiri pertemuan di Kantor Celios.
  • Panggilan telepon misterius: Sebelum kejadian, Andrie menerima panggilan dari nomor tidak dikenal antara tanggal 9 hingga 12 Maret 2026.
  • Pernyataan Dedi Mulyadi: Menegaskan pentingnya menjunjung supremasi hukum dan menyatakan harapan agar kejadian serupa tidak terulang.
  • Proses penyelidikan: Pihak kepolisian sedang melakukan investigasi terhadap pelaku dan dalang di balik kejadian tersebut.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa ancaman terhadap individu yang aktif dalam dunia aktivisme harus ditangani dengan serius. Dengan menjunjung supremasi hukum dan menjaga keamanan bersama, diharapkan kejadian serupa tidak lagi terjadi di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *