Penangkapan Pelaku Penyiram Air Keras: Apakah Benar Dilakukan oleh Petugas Damkar dan SAR?
Sebuah unggahan di media sosial mengklaim bahwa dua pelaku penyiram air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, ditangkap oleh petugas pemadam kebakaran dan Tim SAR. Unggahan tersebut menampilkan kolase foto yang menunjukkan dua pria yang menenteng botol berisi cairan berlabel asam sulfat, dikelilingi oleh petugas dalam seragam SAR dan Basarnas.
Unggahan ini menyebutkan bahwa warga memilih menyerahkan para pelaku kepada petugas damkar dan SAR alih-alih polisi. Namun, kenyataannya berbeda. Tempo melakukan verifikasi terhadap konten tersebut melalui pencarian gambar terbalik, alat deteksi akal imitasi (AI), serta membandingkannya dengan pemberitaan dari media kredibel. Hasilnya menunjukkan bahwa foto tersebut adalah hasil karya satir yang dibuat menggunakan teknologi AI.
Anomali Visual Jadi Bukti Gambar Buatan AI
Salah satu cara untuk mengidentifikasi konten buatan AI adalah melalui analisis visual manual. Dalam proses ini, Tempo menemukan beberapa kejanggalan yang sering muncul pada gambar hasil olahan mesin. Misalnya, tulisan pada lencana seragam petugas dan label botol dalam foto pertama tidak terbaca meski gambar sudah diperbesar. Selain itu, ada perbedaan mencolok antara foto pertama dan kedua. Pria dalam foto pertama tidak mengenakan helm, namun tiba-tiba memakainya di foto kedua. Corak kemeja biru yang dipakai pria lainnya juga tampak berbeda.
Tempo menandai berbagai cacat visual tersebut dengan kotak kuning dalam gambar berikut ini:

Kejanggalan Visual dalam foto satire penangkapan penyiram Andrie Yunus. Sejumlah bagian memiliki visual yang tidak konsisten.

Visual yang tidak konsisten ditemukan dalam foto satire penangkapan penyiram Andrie Yunus.
Hasil pemeriksaan menggunakan alat pelacak Hive Moderation makin memperkuat temuan tersebut. Alat ini mencatat skor probabilitas 95,8 persen bahwa foto tersebut adalah buatan akal imitasi. Peranti AI or Not pun memberikan kesimpulan serupa dengan tingkat keyakinan 97 persen. Alat ini mendeteksi konten tersebut kemungkinan besar diproduksi menggunakan model akal imitasi Nano Banana milik Google.


Makna Satire dalam Konteks Media Sosial
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, satire didefinisikan sebagai sindiran atau ejekan. Dalam dunia komunikasi, menurut Vigsö (2025) dalam Oxford Research Encyclopedia of Communication, satire adalah penggunaan sarana verbal atau visual untuk mengkritik seseorang atau sesuatu, sekaligus menghibur penonton.
Sasaran satire biasanya tertuju pada individu seperti tokoh publik, kelompok tertentu, maupun fenomena dalam masyarakat. Dalam kasus ini, pemilik akun membubuhkan narasi satir yang menyebut warga lebih mempercayai sisi kemanusiaan petugas Damkar dan tim SAR ketimbang aparat kepolisian atau TNI.
Padahal, Damkar dan tim SAR tidak memiliki wewenang untuk menangani kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Konten tersebut sebenarnya merupakan kritik terhadap proses penyidikan yang mengundang sorotan masyarakat sipil.
Seperti dimuat oleh Tempo, Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mempersoalkan ketidakjelasan institusi yang menangani kasus ini. Awalnya, Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menangani perkara tersebut dan mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke kejaksaan. Namun, kepolisian justru melimpahkan berkas perkara ke TNI tanpa korespondensi resmi yang transparan kepada tim penasihat hukum korban. Puspom TNI belakangan menyatakan telah menahan empat anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI berinisial NDP, SL, BWH, dan ES sebagai terduga pelaku penyerangan tersebut.
Winahyu Utami berkontribusi dalam artikel ini.










Leave a Reply