Penyekapan dan Pemerkosaan terhadap Remaja Putri di Tasikmalaya
Sebuah kasus penyekapan dan pemerkosaan terhadap seorang remaja putri berinisial RN (15) telah menggemparkan warga Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Empat pelaku yang ditangkap oleh pihak kepolisian adalah DFS (24), DY (21), IR (17), dan AK (17). Kasus ini terjadi di sebuah penginapan yang menjadi tempat penyekapan korban selama dua hari.
Korban Diperkosa Secara Bergilir
RN disekap di penginapan tersebut selama dua hari, dan selama masa penyekapan itu, ia diperkosa secara bergilir oleh IR dan AK. Orang tua korban, AS (49), mengungkapkan bahwa anaknya dirudapaksa sebanyak empat kali oleh dua pelaku tersebut. Menurut keterangan AS, saat menemukan anaknya, RN hanya mengenakan baju dan dibalut sarung, sementara dua remaja lainnya tengah tertidur di kamar penginapan tersebut.
Hilang Selama Dua Hari
RN hilang kontak dengan orang tuanya pada Senin (23/11/2025) petang. Awalnya, korban pulang dan kembali pamit untuk bermain. Namun, setelah azan magrib, ia tidak kunjung pulang hingga akhirnya ditemukan pada Rabu (26/11/2025) di sebuah penginapan wilayah Tawang Kota Tasikmalaya dalam kondisi lusuh dan lemas.
AS mengatakan bahwa ia mencari anaknya sejak hari Senin dan baru menemukannya pada Rabu siang. Ia yakin anaknya berada di kamar penginapan tersebut karena melihat sandalnya di luar. Saat pintu kamar dibuka, ternyata benar ada anaknya sedang duduk di samping kasur.
Penyewaan Kamar untuk Aktivitas Bengkel
Menurut keterangan dari penjaga penginapan, pelaku menyewa kamar untuk kegiatan bengkel dengan biaya sewa Rp100 ribu permalam. DFS membawa tiga orang yang mengaku sebagai montir untuk menetap di kamar tersebut dalam beberapa hari ke depan. Namun, penjaga tidak tahu bahwa para pelaku membawa perempuan yang sudah disekap di kamarnya.
Hingga akhirnya aksi pelaku terbongkar setelah pasangan suami istri mencari anaknya dengan menunjukkan kamar yang diduga tempat penyekapan. Penjaga langsung menuju kamar tersebut hingga ditemukan perempuan di dalam kamar bersama tiga orang laki-laki.
Penjaga Penginapan Mengaku Kaget
Penjaga penginapan, Faisal, mengungkapkan bahwa sejak awal tidak ada kecurigaan di dalam kamar. Karena tidak terdengar teriakan apapun. Hanya para pelaku sempat berpindah kamar keempat, yang sebelumnya menyewa kamar ketiga.
Faisal juga mengatakan bahwa ia kaget karena ada cewek di dalam kamar. Karena selama menyewa tidak pernah mendengar suara atau teriakan. Ia menjelaskan bahwa kecurigaan muncul setelah mendengar informasi dari orang tua korban yang mencari keberadaan anaknya.
Biaya Sewa Kamar dan Alasan Penyewaan
Untuk biaya sewa kamar ini dihitung permalam dengan harga Rp100 ribu hanya diberikan kasur serta kamar mandi di dalam. Faisal membenarkan bahwa mereka mau buka bengkel, bahkan untuk pembayaran lancar dengan harga Rp100 ribu permalam.
Kejadian yang Mengejutkan
Kasus penyekapan dan pemerkosaan ini menimbulkan kekagetan di kalangan warga dan pihak penginapan. Faisal mengungkapkan bahwa ia tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini. Ia juga mengatakan bahwa selama menyewa kamar ini, tidak pernah melihat ada perempuan yang masuk ke kamar yang telah disewa oleh sekelompok remaja tersebut.
Harapan Orang Tua Korban
AS berharap pelaku bisa dihukum setimpal atas perbuatan yang dilakukan terhadap anaknya sampai di sekap selama dua hari. Ia menginginkan agar pelaku mendapatkan hukuman yang sesuai dengan tindakan mereka. Pria yang berprofesi sebagai pedagang daging di pasar Cikurubuk ini merasa sangat sedih dan marah atas kejadian yang menimpa anaknya.






























































