Penyidikan Kasus Lisa Mariana dan Pria Bertato Terus Berjalan
Polda Jawa Barat rencananya akan memanggil kembali selebgram Lisa Mariana dalam kasus video mesum yang melibatkannya dengan seorang pria bertato. Sebelumnya, Lisa Mariana dan pihak pria tersebut telah menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar serta RS Sartika Asih. Polisi menyatakan bahwa penyidikan masih membutuhkan informasi tambahan, sehingga pihak terkait akan dipanggil kembali.
Menurut Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, proses penyidikan menghadapi kendala karena sikap tidak kooperatif dari pihak Lisa Mariana dan kuasa hukumnya. Mereka sering kali memberikan alasan untuk menghindari pemeriksaan, seperti sakit atau meminta tes psikologi. Selain itu, keterangan yang diberikan oleh Lisa Mariana juga dinilai tidak jelas dan membingungkan, sehingga menghambat proses penyidikan.
“Lisa Mariana dan penasihat hukumnya terlihat pintar dalam mengajukan alasan-alasan yang tidak logis agar kliennya tidak diperiksa. Kami tetap berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini,” ujar Hendra.
Babak Akhir Perseteruan Lisa Mariana dan Ridwan Kamil
Kasus yang melibatkan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dan Lisa Mariana memasuki tahap akhir. Bareskrim Polri telah menetapkan pengambilan sampel darah untuk tes DNA pada Kamis (7/8). Hal ini dibenarkan oleh kuasa hukum Ridwan Kamil, Muslim Jaya Butarbutar.
“Benar, Pak RK telah menerima undangan resmi dari Bareskrim untuk pengambilan sampel darah dan sejenisnya dalam rangka tes DNA,” kata Muslim.
Tes DNA akan dilakukan oleh tiga pihak, yaitu Ridwan Kamil, Lisa Mariana, dan CA (anak yang menjadi objek laporan). Muslim menegaskan bahwa pihaknya akan mendampingi kliennya dalam menghadiri panggilan tersebut. Ia berharap hasil tes DNA dapat memberikan kejelasan dan mengakhiri perseteruan yang telah berlangsung selama empat bulan.
Perseteruan antara Ridwan Kamil dan Lisa Mariana bermula dari kabar perselingkuhan yang diungkap oleh Lisa melalui Instagram pribadinya pada 26 Maret 2025. Dalam unggahannya, ia membagikan tangkapan layar percakapan pribadi dengan seseorang yang diduga adalah Ridwan Kamil.
Akibatnya, Ridwan Kamil melaporkan Lisa Mariana ke Bareskrim Polri atas tuduhan pencemaran nama baik pada 11 April 2025. Laporan tersebut diterima dan tercatat dengan nomor LP/B/174/IV/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI.
Lisa Mariana tidak tinggal diam. Ia kemudian menggugat Ridwan Kamil di Pengadilan Negeri Bandung dengan nomor perkara 184 Pdt/2025/PN.Bdg dalam perkara gugatan perdata. Sidang perdana digelar pada 26 Mei 2025.
Proses Hukum yang Masih Berlangsung
Selain kasus video mesum yang sedang ditangani Polda Jabar, kasus yang melibatkan Ridwan Kamil dan Lisa Mariana juga terus berproses di jalur perdata. Meskipun ada upaya untuk menyelesaikan masalah melalui tes DNA, proses hukum tetap harus dijalani sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Kasus ini menunjukkan kompleksitas hubungan antara figur publik dan media sosial, serta bagaimana isu pribadi bisa berdampak pada ranah hukum. Tantangan utamanya adalah bagaimana memastikan keadilan tanpa memperburuk situasi yang sudah memicu kontroversi.
Dengan berbagai langkah hukum yang sedang berjalan, masyarakat menantikan keputusan akhir yang adil dan transparan dari pihak berwenang.






























































