Penanggulangan Tindak Kejahatan yang Dilakukan Remaja di Wilayah Kabupaten Bogor
Di tengah meningkatnya kejadian tindak kejahatan yang dilakukan oleh remaja, masyarakat dan pihak berwajib di wilayah Kabupaten Bogor semakin waspada. Hal ini terlihat dalam rapat koordinasi bidang keamanan lingkungan yang digelar di RW 08 Komplek PWI Jaya, Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja. Rapat ini dipimpin oleh Ketua RW 08, Sumarso, bersama jajaran dan dihadiri oleh berbagai pihak seperti Binmas Cilebut Barat, Polsek Sukaraja, para ketua RT, tim keamanan, serta tokoh masyarakat.
Rapat yang berlangsung pada malam Minggu, 3 Agustus 2025, menjadi momen penting untuk membahas berbagai laporan mengenai aktivitas mencurigakan yang dilakukan orang tak dikenal di lingkungan komplek. Salah satu peristiwa yang menarik perhatian adalah adanya video yang direkam warga pada hari Minggu, sekitar pukul 15.20 WIB, yang menunjukkan seseorang tidak dikenal sedang mengais batu di blok A2/RT01. Dari situ, diperlukan langkah-langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.
Sebelumnya, pada Sabtu malam, 2 Agustus 2025, sekitar pukul 19.30 WIB, warga RT01 Sahruma menemukan dua remaja yang mengaku mencari alamat kawannya di sekitar Blok A2. Satu orang menunggu di motor sementara yang lain mencari sesuatu diduga disembunyikan di balik batu. Setelah melaporkan kejadian tersebut ke pihak keamanan, Rajul segera mendatangi lokasi dan menanyakan kepada salah satu pemuda yang menggunakan senter handphone untuk mencari barang.
Pemuda itu tampak gugup saat ditanya keperluannya dan mengaku salah alamat serta tidak mengenal temannya yang menunggu di motor. Setelah keduanya dikeluarkan dari komplek, Rajul mencoba mencari barang yang disembunyikan di balik batu-batu. Akhirnya, ditemukan sebuah bungkusan plastik kecil berisi serbuk yang disebut “Sinte” (tembakau sintetis).
Bripka Boby, Binmas Cilebut Barat, menyampaikan bahwa kejadian penitipan barang haram juga terjadi di Komplek Perumahan Cipto, dengan total tiga laporan. Selain itu, ada satu laporan tambahan di dekat rumah habib di wilayah Cilebut Barat. Menurut Boby, diperlukan antisipasi oleh tim keamanan dan warga untuk mendata serta memfilter keluar masuknya warga, terutama jika ada tamu atau orang asing yang akan masuk ke dalam komplek.
Perhatian terhadap situasi ini juga menjadi fokus utama seluruh peserta rapat koordinasi keamanan. Mereka sepakat bahwa diperlukan kerja sama dan kepedulian antar warga terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. Aktivitas orang tak dikenal yang memanfaatkan suasana komplek yang sepi bisa menjadi peluang bagi tindak kejahatan.
Sumarso, Ketua RW 08, menegaskan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia berharap, dengan adanya kerjasama dan kepedulian yang tinggi, dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Dengan demikian, lingkungan yang aman dan nyaman dapat tercapai bersama-sama.





























































