Pihak kepolisian Daerah Aceh berhasil menemukan sekitar 20 hektare ladang ganja yang tersebar di berbagai titik dalam Operasi Antik Seulawah 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3 hektare telah dimusnahkan pada Rabu kemarin.
Kapolda Aceh, Inspektur Jenderal Marzuki Ali Basyah, menyampaikan bahwa dalam operasi ini pihaknya menemukan sekitar 20 hektare ladang ganja dengan perkiraan hasil panen mencapai 50 ton. Namun, hanya 3 hektare yang berhasil dimusnahkan di Lampanah, Aceh Besar, hari ini.
“Pemusnahan dilakukan pada Rabu, 29 April 2026. Kami bekerja sama dengan tim gabungan TNI, pemerintah daerah, Bhayangkari, dan petani muda milenial Aceh,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026.
Marzuki menjelaskan bahwa petani muda yang terlibat dalam pemusnahan ini diharapkan menjadi agen perubahan. Mereka akan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar beralih dari menanam ganja ke komoditas produktif seperti kopi, sayur-mayur, atau tanaman bernilai ekonomi lainnya.
Ia menekankan bahwa Aceh tidak boleh lagi dikenal sebagai daerah penanaman ganja. Oleh karena itu, pihaknya mengambil langkah tegas berupa pemusnahan ladang ganja, namun tetap mengedepankan pendekatan preventif melalui edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi alternatif.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
Peningkatan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi tentang bahaya narkoba.
Pemberdayaan masyarakat dengan memperkenalkan komoditas pertanian yang lebih bermanfaat secara ekonomi.
* Keterlibatan para pemangku kepentingan, termasuk tokoh masyarakat dan generasi muda, dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, Marzuki mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkotika. Ia meminta tokoh masyarakat, aparatur desa, hingga generasi muda untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkoba di lingkungannya.
“Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama. Ketika masyarakat berani bersuara dan peduli, maka ruang gerak pelaku akan semakin sempit,” ujar dia.
Dalam operasi ini, pihak kepolisian juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Kerja sama dengan TNI, pemerintah daerah, dan organisasi wanita seperti Bhayangkari menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat.
Selain pemusnahan ladang ganja, pihak kepolisian juga fokus pada pencegahan dengan memberikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat akan dampak negatif narkoba. Hal ini diharapkan dapat membantu mencegah penyebaran narkoba di masa depan.
Operasi Antik Seulawah 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen pihak kepolisian dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat Aceh. Dengan pendekatan yang terpadu dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Aceh bisa terbebas dari ancaman narkoba dan menjadi daerah yang lebih maju serta sejahtera.











Leave a Reply