Kehancuran Hati Kim Se Hee terhadap Anaknya Sendiri dalam Drakor The Defects
Kisah drakor The Defects yang menggambarkan kejahatan dan ambisi tak terbatas dari karakter utama, Kim Se Hee (diperankan oleh Yum Jung Ah), memang mengejutkan penonton. Namun, apa yang lebih menyedihkan adalah bagaimana Kim Se Hee justru merasa bahwa tindakan keterlibatannya dalam pembunuhan putrinya sendiri, Kim A Hyeon (diperankan oleh Won Jin A), adalah hal yang benar.
Dalam beberapa adegan flashback, penonton diperlihatkan bagaimana Kim Se Hee secara bertahap melihat putrinya sebagai beban yang tidak berguna. Meski A Hyeon adalah anak kandungnya sendiri, ia justru merasa kesal dan benci karena prestasi serta sifatnya yang dianggap tidak sesuai dengan ekspektasinya.
Berikut beberapa alasan mengapa Kim Se Hee memandang A Hyeon sebagai anak tak berguna:
-
Peringkat Dua yang Menyebalkan
Kim Se Hee awalnya marah karena A Hyeon selalu berada di posisi kedua dalam ujian. Bagi Se Hee, ini adalah hasil yang tidak memuaskan. Ia tidak puas dengan usaha A Hyeon yang sudah maksimal, karena bagi dirinya, hanya yang terbaik yang layak dihargai. -
Pemikiran yang Berbeda
Saat A Hyeon berkata bahwa ia belajar bukan untuk bersaing, Kim Se Hee merasa tertipu. Ia menganggap bahwa tujuan utama dari pendidikan adalah menjadi pemenang, sehingga ia merasa A Hyeon tidak memiliki motivasi yang tepat. -
Tidak Mirip Dengan Dirinya
Kim Se Hee sering menyebut bahwa A Hyeon tidak mirip dengannya, baik secara fisik maupun sifat. Ini membuatnya merasa bahwa A Hyeon bukanlah keturunan yang layak. -
Nama yang Tidak Membawa Keberhasilan
Menurut dialog dalam drama, Kim Se Hee memberi nama A Hyeon agar bisa membawanya menjadi lebih terang. Sayangnya, ia merasa bahwa A Hyeon gagal mewujudkan harapan tersebut. -
Rasa Malu yang Berlebihan
Fakta bahwa A Hyeon pernah mendapat peringkat dua membuat Kim Se Hee merasa malu. Ia tidak memahami bahwa A Hyeon telah berusaha sekuat tenaga, dan justru merasa terhina oleh prestasi putrinya. -
Perasaan Diinjak-Injak
Kehadiran A Hyeon yang menjadi juara dua juga membuat Kim Se Hee merasa diinjak-injak orang lain. Padahal, tidak ada satu pun yang menyakitinya secara langsung. -
Kegagalan dalam Latihan Menyelam
Kim Se Hee pernah melatih A Hyeon menyelam. Ketika putrinya tidak mampu bertahan lama di air, ia kembali menyebut A Hyeon sebagai anak yang tidak berguna.
Kesempurnaan yang terlalu tinggi inilah yang akhirnya membuat Kim Se Hee bertindak tidak manusiawi. Bahkan, saat bertemu lagi dengan A Hyeon, ia tidak menunjukkan rasa bersalah, melainkan bertanya mengapa A Hyeon belum mati juga.
Adegan ini sangat menyentuh hati penonton, yang merasakan kesedihan A Hyeon dan kekejaman Kim Se Hee. Dalam drama ini, kita diajarkan bahwa ambisi dan kesempurnaan yang berlebihan dapat menghancurkan hubungan keluarga dan bahkan hidup seseorang.






























































