Struktur dan Fungsi Paru-Paru
Paru-paru adalah organ penting yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas. Organ ini bekerja tanpa henti, memasukkan oksigen ke dalam tubuh dan mengeluarkan karbon dioksida. Meskipun kita tidak sadar akan pernapasan, paru-paru terdiri dari bagian-bagian yang kompleks. Secara umum, paru-paru terbagi menjadi lobus. Paru-paru kanan memiliki tiga lobus, sedangkan paru-paru kiri hanya dua karena harus menyesuaikan dengan posisi jantung. Di dalam setiap lobus terdapat struktur seperti bronkiolus (saluran udara kecil) dan alveolus (kantong-kantong mikroskopis untuk pertukaran oksigen dan karbon dioksida).
Kanker paru-paru non-small cell lung cancer (NSCLC) adalah jenis kanker paru-paru yang paling umum. Kanker ini dapat muncul dari berbagai bagian paru-paru, termasuk lapisan bronkiolus, jaringan sekitar alveolus, atau sel-sel lain yang mendukung fungsi pernapasan. Awalnya, kanker ini mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, seiring waktu, sel-sel kanker berkembang, mengambil ruang dan mengganggu fungsi normal paru-paru.
Penyebab Non-Small Cell Lung Cancer
Salah satu faktor utama penyebab NSCLC adalah merokok. Sekitar 80% kasus kanker paru-paru disebabkan oleh kebiasaan merokok. Risiko meningkat tergantung pada jumlah rokok yang dikonsumsi dan lamanya seseorang merokok. Paparan asap rokok dari orang lain juga meningkatkan risiko. Setelah berhenti merokok, risiko secara bertahap menurun. Tidak ada bukti bahwa rokok rendah tar lebih aman. Bahkan, beberapa orang yang tidak pernah merokok pun bisa terkena kanker paru-paru.
Faktor lingkungan seperti paparan polusi udara tinggi atau air minum yang mengandung arsenik juga berkontribusi. Riwayat terapi radiasi ke area paru-paru dapat meningkatkan risiko. Paparan bahan kimia berbahaya seperti arsenik, asbes, radon, uranium, berilium, vinil klorida, nikel kromat, serta produk batu bara, gas mustard, klorometil eter, bensin, dan asap diesel juga berisiko. Beberapa paduan logam, cat, pigmen, dan bahan pengawet juga bisa menjadi faktor risiko.
Selain itu, riwayat kanker paru-paru dalam keluarga, hidup dengan HIV, serta mengonsumsi suplemen beta karoten dan menjadi perokok berat juga meningkatkan risiko kanker paru-paru.
Jenis-Jenis Non-Small Cell Lung Cancer
NSCLC dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan jenis sel yang terlibat. Beberapa jenis yang umum antara lain:
– Karsinoma sel skuamosa: Terbentuk dari sel-sel tipis dan datar yang melapisi bagian dalam paru-paru.
– Karsinoma sel besar: Berawal dari berbagai jenis sel besar.
– Adenokarsinoma: Bermula dari sel-sel yang melapisi alveoli dan memproduksi zat seperti lendir (mukus).
Beberapa jenis lainnya termasuk karsinoma adenoskuamosa, karsinoma sarkomatoid, karsinoma kelenjar ludah, tumor karsinoid, dan karsinoma yang tidak terklasifikasi.
Gejala Non-Small Cell Lung Cancer
Gejala NSCLC bisa sangat beragam. Beberapa gejala yang umum antara lain nyeri dada, batuk yang tak kunjung sembuh, batuk berdarah, kelelahan, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan tanpa disadari, sesak napas, dan mengi. Pada stadium awal, kanker mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, pada stadium lanjut, gejala bisa mencakup nyeri tulang, kelopak mata turun, suara serak, nyeri sendi, masalah kuku, nyeri bahu, kesulitan menelan, pembengkakan wajah, dan kelemahan.
Diagnosis Non-Small Cell Lung Cancer
Diagnosis NSCLC dilakukan melalui biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop. Sebelum biopsi, dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik dan evaluasi riwayat kesehatan. Tes pencitraan seperti rontgen dada, CT scan, MRI, dan PET scan digunakan untuk melihat kondisi paru-paru dan apakah kanker telah menyebar. Jika hasil tes menunjukkan kemungkinan kanker, maka biopsi dilakukan untuk mengambil sampel jaringan. Metode biopsi minimal invasif seperti fine needle aspiration (FNA) dan torakentesis juga digunakan.
Setelah diagnosis, kanker dibagi menjadi lima stadium berdasarkan ukuran tumor dan penyebarannya. Stadium 0 hingga IV menunjukkan sejauh mana kanker telah berkembang.
Pengobatan Non-Small Cell Lung Cancer
Pengobatan NSCLC sangat bergantung pada stadium kanker. Untuk stadium 0, operasi biasanya cukup. Stadium I mungkin memerlukan operasi dan kemoterapi jika risiko kambuh tinggi. Stadium II dan III biasanya melibatkan kombinasi operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Pada stadium IV, fokus pengobatan adalah mengendalikan penyakit dan memperpanjang usia pasien.
Prospek dan Harapan Hidup
Sebagian besar kasus NSCLC berkembang secara perlahan, tetapi dalam beberapa kasus, kanker bisa menyebar cepat. Kemoterapi, imunoterapi, dan terapi target telah membantu memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Tingkat kesembuhan sangat bergantung pada stadium penyakit dan kemampuan pasien menjalani pengobatan. Pada stadium I dan II, tingkat kesembuhan tertinggi. Stadium III masih bisa disembuhkan dalam beberapa kasus. Sementara itu, stadium IV hampir tidak bisa disembuhkan, sehingga fokus pengobatan adalah memperpanjang usia dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Jika Anda masih merokok, segera berhenti. Bicarakan dengan dokter jika kesulitan untuk berhenti. Selain itu, hindari paparan asap rokok dari orang lain. Untuk individu berusia 50 hingga 80 tahun dengan riwayat merokok, diskusikan dengan dokter tentang skrining kanker paru-paru menggunakan CT scan dosis rendah.





















































