Waktu Terbaik untuk Berlari dan Manfaatnya Bagi Tubuh
Lari sering dipilih sebagai olahraga favorit karena praktis, murah, dan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, waktu pelaksanaan lari ternyata memengaruhi hasil yang diperoleh. Mulai dari pembakaran kalori, peningkatan stamina, hingga kualitas tidur, semua bisa dipengaruhi oleh jam berlari. Setiap pilihan waktu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Memahami karakteristik dan manfaat dari setiap waktu berlari sangat penting untuk menentukan waktu yang sesuai dengan tujuan dan kondisi tubuh.
Berikut adalah beberapa waktu terbaik untuk berlari beserta manfaat dan tipsnya:
1. Pagi Hari (sebelum pukul 09.00)
Lari di pagi hari dapat membantu memulai metabolisme dengan baik. Meski demikian, penting untuk meluangkan waktu pemanasan agar tubuh siap beraktivitas. Selain itu, perlu mempertimbangkan risiko berkurangnya waktu tidur jika memilih berlari pada jam ini. Lari di pagi hari juga bisa membantu menyegarkan pikiran dan memberi energi untuk beraktivitas sepanjang hari.
2. Siang Hari (12.00-14.00)
Waktu siang biasanya menjadi pilihan para pekerja kantoran, sebab lari dapat menjadi cara efektif untuk menjernihkan pikiran. Umumnya, kondisi tubuh berada pada performa terbaik pada jam tersebut. Untuk memanfaatkan waktu secara efisien, David Chamberlain menyarankan latihan singkat seperti interval atau sprint, bukan jogging panjang. Hal ini membantu menghemat waktu untuk berganti pakaian, berolahraga, mandi, dan makan dalam satu jam.
3. Sore Menjelang Petang (14.00–17.00)
Penurunan energi pada pertengahan sore merupakan bagian alami dari ritme sirkadian tubuh. Saat suhu inti tubuh sedikit menurun, lari singkat dapat membantu mengatasi rasa lemas dan memulihkan energi. Menjelang sore, suhu tubuh kembali meningkat sehingga berlari pada akhir sore umumnya terasa lebih nyaman dibanding awal sore.
4. Petang (17.00–20.00)
Awal petang disebut sebagai waktu terbaik untuk mencapai performa puncak. Pada periode ini, suhu inti tubuh, kekuatan otot, dan fungsi paru berada pada titik tertinggi, sehingga efisiensi gerak meningkat. Kekuatan fisik cenderung memuncak antara pukul 16.00–20.00. Ini menjadikannya waktu ideal untuk latihan interval, lari menanjak, atau sesi kekuatan di pusat kebugaran. Namun, karena perut mungkin masih berisi, hindari makanan siang yang berpotensi mengganggu pencernaan. Meski tubuh berada pada kondisi optimal, motivasi sering kali menurun setelah bekerja. Kuncinya, segera kenakan sepatu lari dan mulai bergerak sebelum rasa malas menguasai.
5. Malam Hari (di atas 20.00)
Lari pada malam hari dinilai efektif untuk meredakan stres setelah bekerja. Menurut Chamberlain, pelari biasanya merasa lebih cepat pada waktu ini. Namun, ia mengingatkan untuk tidak terlebih dahulu beristirahat di sofa setelah pulang kerja karena berisiko kehilangan motivasi untuk kembali beraktivitas. Lari di malam hari juga bisa membantu meningkatkan kualitas tidur, asalkan dilakukan tidak terlalu dekat dengan waktu tidur.
Kesimpulan
Setiap waktu berlari memiliki manfaat dan tantangan tersendiri. Penting untuk memilih waktu yang sesuai dengan rutinitas harian dan tujuan berlari. Dengan memahami karakteristik setiap waktu, Anda bisa memaksimalkan manfaat dari olahraga lari dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.






























































