Penurunan Kinerja GPT-5 Dikaitkan dengan Masalah Fitur Baru
Sam Altman, kepala dari OpenAI, bersama tim pengembang AI merespons keluhan pengguna yang mengeluh bahwa performa model terbaru mereka, GPT-5, menurun dibandingkan versi sebelumnya, yaitu GPT-4o. Altman menjelaskan bahwa penurunan kinerja ini disebabkan oleh masalah pada fitur baru yang diperkenalkan dalam GPT-5, yakni real-time router. Sistem ini bertugas menentukan model mana yang digunakan untuk setiap permintaan pengguna.
“Sejak hari ini, GPT-5 akan terasa lebih pintar. Kemarin, kami mengalami masalah serius dan autoswitcher sempat tidak berfungsi selama beberapa waktu, sehingga GPT-5 tampak jauh lebih rendah,” ujar Altman. Ia menekankan bahwa OpenAI sedang melakukan penyesuaian terhadap batasan keputusan agar pemilihan model lebih tepat. Hal ini juga dilakukan agar pengguna dapat melihat secara transparan model apa yang digunakan untuk menjawab pertanyaan mereka.
Banyak pengguna juga meminta agar GPT-4o tetap tersedia bagi pelanggan ChatGPT Plus. Sam Altman masih mempertimbangkan opsi tersebut. “Kami sedang mempertimbangkan agar pengguna Plus bisa kembali menggunakan 4o. Kami sedang mengumpulkan data lebih lanjut mengenai pertimbangan ini,” katanya. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus bekerja untuk memastikan stabilitas sistem serta mendengarkan umpan balik dari pengguna.
Keunggulan dan Kemampuan GPT-5
GPT-5 adalah model AI terpadu pertama dari OpenAI yang menggabungkan kemampuan penalaran seri O dengan respons cepat dari seri GPT. Altman menyatakan bahwa GPT-5 merupakan langkah signifikan dalam perjalanan perusahaan untuk mengembangkan AI. “Memiliki sesuatu seperti GPT-5 hampir tidak terbayangkan sebelumnya dalam sejarah,” ujarnya.
Jika GPT-4 mampu memberikan respons cerdas atas berbagai pertanyaan, maka GPT-5 memungkinkan ChatGPT menyelesaikan tugas-tugas langsung atas nama pengguna, seperti membuat aplikasi, mengatur kalender, atau merangkum penelitian. Model ini dilengkapi dengan router real time yang otomatis menentukan cara terbaik untuk menjawab, baik dengan respons cepat maupun dengan waktu tambahan.
Dalam uji pemrograman berbasis data GitHub bernama SWE-bench Verified, GPT-5 meraih skor 74,9 persen pada percobaan pertama. Hasil ini sedikit lebih tinggi dari Claude Opus 4.1 yang mencatat 74,5 persen, dan jauh mengungguli Gemini 2.5 Pro dengan 59,6 persen.
Tes Humanity, yang mengukur kemampuan matematika, humaniora, dan sains, versi GPT-5 Pro mencatat skor 42 persen dengan bantuan alat. Angka ini sedikit di bawah Grok 4 Heavy dari xAI yang meraih 44,4 persen.
Adapun GPQA Diamond, tes sains tingkat doktoral, GPT-5 Pro mendapatkan skor 89,4 persen. Nilai ini mengungguli Claude Opus 4.1 yang memperoleh 80,9 persen, serta Grok 4 Heavy dengan 88,9 persen.
Tantangan dan Perkembangan Berkelanjutan
Meski memiliki kemampuan yang luar biasa, GPT-5 juga menghadapi tantangan teknis yang perlu segera diselesaikan. Salah satu isu utamanya adalah real-time router, yang sebelumnya mengalami gangguan dan menyebabkan penurunan kinerja. OpenAI terus berupaya untuk memperbaiki sistem tersebut agar pengguna dapat merasakan manfaat maksimal dari model terbaru ini.
Selain itu, perusahaan juga mempertimbangkan ketersediaan GPT-4o bagi pelanggan premium. Meskipun belum ada keputusan akhir, Altman menegaskan bahwa OpenAI akan terus memperhatikan umpan balik pengguna dan memastikan bahwa semua perubahan dilakukan dengan stabil dan transparan.
Dengan terus berkembangnya teknologi AI, GPT-5 menjadi salah satu contoh bagaimana perusahaan berusaha menghadirkan solusi yang lebih canggih dan efisien untuk kebutuhan pengguna. Pada akhirnya, kunci keberhasilan adalah kesesuaian antara inovasi teknologi dan kebutuhan nyata pengguna.






























































