Penyelidikan Kasus Pembunuhan Brigpol Ronald M. Enok Terus Berlanjut
Tim kepolisian dari Polres Puncak Jaya bersama Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penembakan almarhum Brigpol Ronald M. Enok. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Lima-Lima, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah pada Senin (18/8). Olah TKP dipimpin langsung oleh Kanit Lidik Satgas Gakkum AKP Safri Panterengi.
Dalam proses olah TKP tersebut, tim memperlihatkan kembali posisi korban, pelaku, serta barang bukti yang ditemukan. Selain itu, jarak-jarak antar lokasi juga diteliti secara detail. Tujuan utamanya adalah untuk mengungkap kronologi lengkap peristiwa penembakan yang menyebabkan seorang anggota polisi gugur.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang sering melakukan tindakan kejahatan bersenjata di wilayah Papua. Ia menekankan pentingnya rekonstruksi dalam memastikan kejelasan peristiwa dan memperkuat alat bukti agar para pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Faizal memastikan bahwa penyelidikan kasus penembakan almarhum Brigpol Ronald M. Enok akan dilakukan sampai tuntas. Dari hasil olah TKP, aparat kepolisian menemukan beberapa titik penting, seperti posisi korban saat tergeletak, kendaraan bermotor, helm, dan jerigen berisi minyak tanah milik korban. Selain itu, posisi pelaku bernama Kindiku Tabuni alias Gumbanak saat menembak korban serta posisi kendaraan yang digunakan oleh pelaku lainnya, yaitu Konora Enumbi, juga terungkap.
Konora Enumbi berhasil ditangkap oleh polisi pada Jumat (15/8) lalu di Kampung Usir Depan. Ia diduga terlibat langsung dalam aksi bersama kelompok KKB yang bergerak di bawah komando umiwalo Telenggen. Saat ini, Konora sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Polres Puncak Jaya.
Selain itu, polisi juga menemukan barang bukti baru, yakni tiga selongsong peluru kaliber 9 milimeter dan dua proyektil berwarna kuning emas. Barang bukti ini kini menjadi bagian dari bukti penting dalam penyidikan kasus tersebut.
Tim juga mencatat jarak antara posisi korban dan pelaku dengan detail. Mulai dari posisi korban hingga lokasi barang bukti ditemukan. Data ini akan digunakan dalam proses penyidikan dan pembuktian hukum terhadap pelaku.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombespol Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa melalui kegiatan olah TKP rekonstruksi ini, Polri kembali menegaskan komitmen untuk mengungkap kebenaran secara transparan dan menegakkan hukum secara tegas. Proses penyelidikan ini menunjukkan tekad aparat kepolisian untuk menuntaskan kasus pembunuhan yang menimpa anggota Bhayangkara.






























































