Lisa Mariana Siap Hadiri Panggilan KPK sebagai Saksi
Pada Jumat, 22 Agustus 2025 atau yang dikenal dengan istilah Jumat Keramat, Lisa Mariana akan hadir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani. Sebelumnya, ia sempat mengungkapkan kebingungan terkait surat pemanggilan tersebut melalui akun Instagram Story pribadinya.
Lisa Mariana, seorang selebgram dengan jutaan pengikut, menjadi salah satu tokoh yang terlibat dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (bank bjb). Ia dipanggil oleh KPK untuk memberikan keterangan terkait dugaan korupsi proyek pengadaan iklan pada bank bjb antara tahun 2021 hingga 2023.
Pihak KPK telah membenarkan bahwa pemanggilan ini merupakan bagian dari proses penyidikan terkait kasus tersebut. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyatakan bahwa agenda ini berkaitan langsung dengan penyidikan dugaan korupsi di bank bjb. “Benar, terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di Bank Jabar,” ujarnya.
Selain itu, KPK juga akan mengumumkan status hukum Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer serta 13 orang lain yang sebelumnya diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT). Pengumuman ini akan dilakukan pada Jumat siang. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa konferensi pers tersebut akan membahas konstruksi perkara, kronologi OTT, dan peran masing-masing pihak yang terlibat.
Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan tokoh publik sekaligus pejabat negara. Keberadaan Lisa Mariana sebagai saksi semakin meningkatkan sorotan terhadap kasus ini. Selain itu, posisi Wamenaker dalam kabinet membuat kasus ini berpotensi menimbulkan dampak politik yang signifikan.
Beberapa pihak mengkhawatirkan dampak dari kasus ini terhadap citra institusi pemerintahan. Meskipun demikian, KPK tetap berkomitmen untuk menjalankan proses hukum secara transparan dan adil. Dengan pemanggilan Lisa Mariana sebagai saksi, KPK menunjukkan bahwa tidak ada yang bisa menghindari proses hukum, baik itu tokoh publik maupun pejabat negara.
Dalam konteks yang lebih luas, kasus ini juga menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk menjaga etika dan integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Proses hukum yang dijalankan KPK harus menjadi contoh bagi masyarakat bahwa setiap pelanggaran hukum akan mendapatkan konsekuensi yang sesuai.
Adanya keterlibatan selebgram seperti Lisa Mariana dalam kasus korupsi ini juga menunjukkan bahwa masalah korupsi tidak hanya terjadi di lingkaran pejabat, tetapi juga bisa melibatkan pihak-pihak lain yang memiliki akses dan pengaruh. Hal ini memperkuat pentingnya pengawasan dan kontrol terhadap semua pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan dana negara.
Seiring dengan perkembangan kasus ini, masyarakat tetap menantikan hasil akhir dari penyidikan yang dilakukan KPK. Dengan transparansi dan keadilan, harapan besar dipegang agar kasus ini dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih baik dalam sistem pemerintahan dan penegakan hukum di Indonesia.





























































