Pelaku Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN Masih Diburu
Kasus pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta, Kepala Cabang Bank BUMN, kini menjadi perhatian masyarakat. Eksekutor pembunuhan korban masih dalam proses pencarian oleh pihak kepolisian. Hingga saat ini, polisi telah menangkap empat orang terkait kasus tersebut, yaitu AT, RS, RAH, dan RW. Mereka ditangkap di berbagai lokasi yang berbeda.
AT, RS, dan RAH berhasil diamankan di Jalan Johar Baru Nomor 42, RT 05/09, Kelurahan Johar Baru, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Sementara RW alias Eras ditangkap di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut informasi yang diperoleh, Eras diduga bertindak sebagai otak atau kapten dari penculikan Mohamad Ilham Pradipta.
Menurut AKP Charles Bagaisar, Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, keempat pelaku sudah mengakui perbuatan mereka. Mereka mengakui bahwa korban diculik setelah selesai rapat dengan rekan kerja dan atasan di supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Korban habis meeting kantor bersama teman-temannya.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap aktor intelektual di balik penculikan dan pembunuhan tersebut. Saat ini, pihak kepolisian juga sedang memburu satu pelaku lainnya yang diduga bertindak sebagai operator pembunuhan. Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak menyampaikan bahwa tim masih berada di lapangan dan sedang melakukan pengembangan kasus.
Tempat Tinggal Pelaku dan Keterangan Warga
Saat ini, warga sekitar mulai menyadari bahwa ada empat pelaku yang tinggal di satu rumah. Ketua RT 05 Johar Baru, Sella, menjelaskan bahwa salah satu penghuni bernama Berto dan seorang perempuan yang merupakan istri dari salah satu pelaku. Menurut keterangannya, para pelaku mulai tinggal di rumah tersebut pada 20 Juni 2025.
Dalam laporan izin tinggal, pelaku mengaku menempati rumah tersebut atas perintah seseorang. “Laporannya, ‘bu saya menempati rumah ini disuruh sama bos saya. Bos saya lagi di Surabaya. Dia rumahnya banyak. Nah di sini saya yang menempati’,” kata Sella menirukan ucapan Berto.
Namun, Ketua RW 09, Rizal, memberikan keterangan yang berbeda. Ia menyatakan bahwa penghuni tersebut tidak menyebutkan bahwa bos yang memerintahkan mereka. Hanya mengatakan bahwa mereka tinggal di rumah itu atas perintah teman. “Kalau izin ke saya itu temannya, bukan si bos. Ada teman juga, ada di Surabaya,” katanya.
Penemuan Jasad Korban dan Kondisi Tubuh
Mohamad Ilham Pradipta ditemukan tewas di persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8/2025). Jasadnya ditemukan setelah sebelumnya diculik menggunakan mobil putih di area parkiran supermarket kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Jasad korban kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Sebelum meninggal, korban diculik oleh sekawanan pria berbadan besar di area parkir mobil supermarket. Korban dibawa masuk ke dalam mobil secara paksa dan kemudian dibunuh. Jasadnya dibuang ke area persawahan Kampung Karangsambung.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh salah satu warga yang sedang menggembala sapi di area persawahan di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sangat memprihatinkan. Tangan dan kaki terikat, serta mata terlilit lakban. Tubuhnya penuh luka lebam akibat hantaman benda tumpul.
Menurut Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono, kemungkinan ada tekanan pada tulang leher dan dada yang menyebabkan korban kesulitan bernapas. Hal ini menyebabkan korban mengalami kekurangan oksigen.
Status Pelaku yang Masih Dicari
Saat ini, pihak kepolisian masih mencari satu pelaku lainnya yang diduga sebagai eksekutor pembunuhan. Jika pelaku yang berhasil ditangkap bukan pelaku utama, maka posisi eksekutor sebenarnya masih belum jelas. Polisi terus melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus untuk menemukan pelaku yang hilang tersebut.






























































