Penyidikan Kasus Korupsi Bank BJB Terus Berjalan
Penyidikan terhadap dugaan korupsi dalam pengadaan iklan Bank BJB periode 2021–2023 terus berlangsung. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Salah satu yang menjadi fokus adalah Lisa Mariana Presley Zulkandar (LM), seorang selebgram yang diduga terlibat dalam aliran dana kasus ini.
Menurut Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, pemanggilan LM dilakukan sebagai langkah awal dalam penyidikan. Ia menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap LM merupakan persiapan sebelum pihaknya meminta keterangan dari mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Senin (25/8).
Aliran Dana yang Mengarah ke Lisa Mariana
Asep menjelaskan bahwa penyidik KPK memanggil LM setelah menerima informasi adanya dugaan aliran dana yang mengarah kepadanya dalam kasus ini. Dalam penjelasannya, ia menyatakan bahwa pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengonfirmasi kebenaran informasi yang diperoleh. Lisa Mariana telah memenuhi panggilan KPK sebagai saksi pada Jumat, 22 Agustus 2025.
Pemanggilan ini menunjukkan bahwa penyidik sedang melakukan investigasi mendalam terhadap seluruh pihak yang terkait dengan proyek pengadaan iklan Bank BJB. Proses ini juga menjadi indikasi bahwa penyidikan akan melibatkan tokoh-tokoh penting lainnya, termasuk Ridwan Kamil.
Penggeledahan di Rumah Ridwan Kamil
Sebelumnya, pada 10 Maret 2025, penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumah pribadi Ridwan Kamil. Dalam operasi tersebut, KPK menyita sejumlah aset, termasuk kendaraan roda dua dan roda empat. Meski demikian, hingga saat ini, Ridwan Kamil belum juga dipanggil untuk memberikan keterangan. Dari tanggal penggeledahan hingga berita ini ditulis, sudah berlalu 168 hari tanpa adanya tindak lanjut dari pihak KPK.
Lima Tersangka yang Telah Ditetapkan
Dalam pengembangan kasus ini, KPK telah menetapkan lima tersangka. Mereka adalah:
- Yuddy Renaldi (YR): Direktur Utama Bank BJB
- Widi Hartoto (WH): Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
- Ikin Asikin Dulmanan (IAD): Pengendali Agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri
- Suhendrik (SUH): Pengendali Agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress
- Sophan Jaya Kusuma (SJK): Pengendali Agensi Cipta Karya Sukses Bersama
KPK memperkirakan kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp222 miliar. Penetapan lima tersangka ini menunjukkan bahwa penyidikan telah melibatkan banyak pihak yang terlibat langsung dalam pengadaan iklan Bank BJB.
Langkah Selanjutnya dalam Penyidikan
Pemeriksaan terhadap Lisa Mariana menjadi tanda kuat bahwa penyidikan akan terus mengarah ke tokoh-tokoh penting lainnya. Proses hukum ini diperkirakan akan memasuki babak baru dalam waktu dekat. KPK akan terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan tersangka yang terlibat, serta mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk memperkuat kasus ini.
Seluruh proses ini menunjukkan komitmen KPK dalam menuntaskan kasus korupsi yang merugikan negara. Dengan terus meningkatkan intensitas penyidikan dan pemeriksaan, KPK berharap bisa memberikan keadilan bagi rakyat Indonesia.





























































