Penembakan Charlie Kirk: Pelaku Masih Buron dan FBI Tawarkan Hadiah Besar
Seorang pria yang diduga bertanggung jawab atas penembakan Charlie Kirk, seorang influencer sayap kanan dan tokoh politik dekat Donald Trump, masih dalam status buron. Untuk mempercepat proses penangkapan, lembaga kepolisian Amerika Serikat (FBI) menawarkan hadiah sebesar $100.000 atau setara dengan Rp 1,63 miliar bagi siapa pun yang memberikan informasi penting yang dapat mengarah pada identifikasi dan penangkapan pelaku.
Pengumuman hadiah ini dilakukan pada 11 September 2025, tepat setelah FBI merilis dua foto terbaru dari tersangka. Dalam foto tersebut, tersangka tampak berada di lorong tangga, mengenakan kemeja hitam lengan panjang, bendera Amerika, celana jeans, kacamata hitam, serta topi berwarna gelap. Penampilannya menunjukkan kesan sengaja disembunyikan, namun detailnya bisa menjadi petunjuk penting bagi penyidik.
Selain foto, FBI juga merilis sebuah video yang menampilkan aksi tersangka setelah penembakan terjadi. Dalam rekaman tersebut, tersangka terlihat berlari, melompat dari atap, dan langsung jatuh ke tanah. Video ini memberikan gambaran lebih jelas tentang bagaimana pelaku mencoba kabur setelah melakukan tindakan kekerasan.
Menurut laporan dari USA Today, meskipun identitas tersangka belum diketahui secara pasti, polisi telah menemukan senapan berdaya tembak tinggi di hutan yang diperkirakan digunakan dalam penembakan. Senjata ini menjadi salah satu bukti utama dalam kasus ini.
Tersangka diperkirakan mengenakan pakaian serba hitam saat melakukan penembakan. Menurut laporan, ia menembak Kirk dari atap gedung universitas yang berjarak sekitar 200 yard dari lokasi acara terbuka tempat Kirk sedang berbicara. Pemilihan posisi ini menunjukkan bahwa pelaku memiliki rencana terencana dan memahami lingkungan sekitar.
Dikutip dari United Press International News, Komisaris Divisi Keamanan Publik Utah, Beau Mason, menyatakan bahwa penembak tiba di Utah Valley University pada pukul 11.52 pagi waktu setempat. Pihak berwenang berhasil melacak pergerakan tersangka melalui lorong tangga hingga ke atap gedung, tempat pelaku menembakkan peluru fatal ke leher Kirk.
Mason menambahkan bahwa mereka memiliki rekaman video “yang baik” tentang tersangka, tetapi belum akan dirilis ke publik. Alasannya adalah untuk menjaga proses penyelidikan tetap efektif dan tidak mengganggu proses hukum yang sedang berlangsung.
Saat ini, pihak berwenang menggunakan teknologi canggih untuk mengidentifikasi pelaku dan yakin akan kemampuan mereka dalam menyelesaikan kasus ini. Mereka berharap bisa menangkap tersangka dalam waktu dekat.
Charlie Kirk, yang berusia 31 tahun dan merupakan ayah dari dua anak, ditembak di leher saat sedang berbicara di halaman luar Utah Valley University pada Rabu sore. Kekasihan dan pengaruhnya sebagai seorang influencer membuat kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat dan media nasional.






























































