Kasus kematian ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho, Alex Iskandar, di Polres Metro Jakarta Selatan telah mengundang perhatian publik. Diketahui bahwa Alex ditemukan tewas setelah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus hilangnya anak tersebut. Dari hasil penyelidikan polisi, mereka menemukan kerangka manusia yang diduga merupakan jasad Alvaro.
Menurut informasi yang diberikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, Alex meninggal dunia setelah melakukan tindakan bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan. “Yang bersangkutan diduga bunuh diri di dalam ruang konseling, bukan di sel tahanan,” ujar Budi melalui keterangan tertulis pada Senin, 24 November 2025.
Penangkapan Alex dilakukan setelah pihak kepolisian menemukan kerangka yang diduga merupakan jasad Alvaro. Kerangka tersebut ditemukan di sekitar Kali Cirewed, Bogor. Menurut Kapolres Jakarta Selatan, Komisaris Besar Nicholas Lilipaly, Alex telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan. Namun, dia tidak merinci peran Alex dalam kasus ini secara detail.
Untuk memastikan identitas kerangka yang ditemukan, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan DNA. Pemeriksaan forensik terhadap kerangka yang diduga Alvaro dilakukan di Pusat Laboratorium Forensik Polri. Hasil tes DNA akan diumumkan pada Kamis, 27 November 2025. “Nanti saja akan kami umumkan,” kata Kapolres.
Alvaro hilang selama delapan bulan dan dinyatakan hilang sejak Kamis, 6 Maret 2025. Kakek korban, Tugimin (71 tahun), menduga bahwa Alvaro diculik oleh seorang pria yang mengaku sebagai ayahnya. Ciri-ciri terakhir Alvaro adalah memakai kaos hitam, celana panjang hitam, dan sandal hitam. Sementara itu, ciri fisiknya antara lain bertubuh kurus, kulit gelap, rambut cepak, dan memiliki lesung pipi.
Polisi membentuk tim gabungan untuk mencari anak yang diduga menjadi korban penculikan tersebut. Tim tersebut terdiri dari Unit Reskrim Polsek Pesanggrahan, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, dan Resmob Polda Metro Jaya.
Catatan Redaksi:
Jangan remehkan depresi. Untuk bantuan krisis kejiwaan atau tindak pencegahan bunuh diri, Dinas Kesehatan Jakarta menyediakan psikolog GRATIS bagi warga yang ingin melakukan konsultasi kesehatan jiwa. Terdapat 23 lokasi konsultasi gratis di 23 Puskesmas Jakarta dengan BPJS. Bisa konsultasi online melalui laman https://sahabatjiwa-dinkes.jakarta.go.id dan bisa dijadwalkan konsultasi lanjutan dengan psikolog di Puskesmas apabila diperlukan.
Selain Dinkes DKI, Anda juga dapat menghubungi lembaga berikut untuk berkonsultasi:
* Yayasan Pulih: (021) 78842580.
* Hotline Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan: (021) 500454
* LSM Jangan Bunuh Diri: (021) 9696 9293






























































