Penanganan Kasus Pengeroyokan Guru SMKN di Jambi Memasuki Tahap Akhir
Kasus pengeroyokan seorang guru SMKN di Jambi memasuki tahap akhir setelah dilakukan mediasi dan penyelidikan oleh tim investigasi Dinas Pendidikan (Disdik). Proses penyelesaian ini menunjukkan upaya serius dari pihak sekolah dan dinas terkait untuk menangani isu kekerasan di lingkungan pendidikan.
Guru tersebut viral setelah dikeroyok oleh sejumlah siswanya. Kabid Bidang Sekolah Menengah Kejuruan Disdik Jambi, Harmonis, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim investigasi untuk mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang terlibat. Hasil dari investigasi ini menjadi dasar dalam pengambilan keputusan selanjutnya.
Salah satu wacana yang muncul adalah pemindahan tugas guru korban demi menjaga keamanan dan keselamatan. Namun, keputusan tersebut masih menunggu persetujuan dari pimpinan Dinas Pendidikan. Harmonis menyatakan, “Keputusan pindah atau tetap mengajar bagi guru korban pengeroyokan, ada pada pimpinan.”
Di sisi lain, sebanyak 12 siswa pelaku pengeroyokan mendapat sanksi berupa membuat surat pernyataan. Kepala Sekolah, Ranto M, mengatakan bahwa sanksi ini diberikan karena tindakan yang dilakukan disebabkan oleh emosi sesaat. Ia menjelaskan, “Mereka yang terlibat secara langsung melakukan pengeroyokan terhadap guru, karena emosi sesaat.”
Perhatian Gubernur Jambi terhadap Kasus Ini
Gubernur Jambi, Al Haris, juga turut memberikan perhatian terhadap kasus ini. Ia menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang membahas masalah tindak kekerasan di lingkungan sekolah. Haris menekankan pentingnya penyelesaian secara kekeluargaan agar tidak berujung pada konflik yang lebih besar.
“Kita ingin ini didudukkan sama-sama, secara kekeluargaan, agar nanti tidak ke mana-mana,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa jika terbukti guru tersebut melakukan kesalahan, maka akan diberikan sanksi. “Kalau gurunya salah, ya kita akan beri sanksi. Kalau memang perkataannya mungkin tidak patut sebagai guru,” tambahnya.
Langkah-Langkah yang Dilakukan Sekolah
Selain itu, sekolah juga berupaya untuk memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah. Dengan adanya kasus ini, pihak sekolah berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada siswa tentang pentingnya sikap saling menghormati dan menghargai.
Beberapa langkah yang telah diambil antara lain:
* Pemanggilan siswa pelaku untuk diberikan pembinaan.
* Peningkatan pengawasan oleh guru dan staf sekolah.
* Pelaksanaan program pembinaan karakter dan etika siswa.
Tindak Lanjut dan Evaluasi
Dari hasil investigasi dan mediasi, pihak sekolah dan dinas pendidikan berharap dapat menemukan solusi yang terbaik bagi semua pihak terkait. Selain itu, evaluasi terhadap kebijakan dan sistem pengajaran juga akan dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Seiring dengan penyelesaian kasus ini, pihak sekolah dan dinas pendidikan akan terus memantau perkembangan situasi serta memberikan dukungan kepada guru korban. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua peserta didik maupun tenaga pendidik.




















































