Surabaya – Sebuah kejadian pengeroyokan terhadap seorang sopir mobil terjadi di perempatan lampu merah Jalan Raya Dupak–Jalan Demak, Kecamatan Bubutan, Surabaya, pada hari Kamis (22/1) sore. Kejadian ini menarik perhatian masyarakat setelah videonya viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun @viral_forjustice dan menunjukkan adegan yang memicu kontroversi.
Dalam video yang beredar, terlihat tiga orang pria memukuli seorang pria yang mengenakan kaus merah dan celana pendek hitam di tengah jalan raya. Di bagian bawah video, terdapat keterangan bahwa insiden ini dipicu karena korban tidak memberikan uang kepada tukang semprot kaca mobil.
Beberapa saat setelah kejadian, seorang pria berkaus hitam turun dari mobil dan ikut terlibat dalam pertengkaran. Situasi menjadi lebih rumit ketika dua lawan tiga terjadi di tengah kemacetan lalu lintas. Pemantauan terhadap kejadian ini dilakukan oleh petugas kepolisian setempat.
Kapolsek Bubutan, Kompol Sandi Putra, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan bahwa satu orang terduga pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian. Ia menjelaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui peran dan motif dari para tersangka.
“Satu orang sudah kami tangkap dari TKP. Untuk perannya masih kita lakukan pendalaman. Lebih jelasnya ke Kanit,” ujar Sandi saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bubutan, Ipda Martinus Simanjuntak, menjelaskan bahwa petugas langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari Call Center 110. Ia menegaskan bahwa korban belum membuat laporan resmi dan masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian.
“Korbannya belum membuat laporan dan masih kami cari. Satu orang sudah diamankan dan perannya masih kami dalami,” kata Martinus.
Motif dari kejadian ini diduga berkaitan dengan tukang semprot kaca mobil yang menggunakan sabun saat hujan. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada faktor lain yang memicu pengeroyokan tersebut.
Peristiwa ini menimbulkan berbagai respons dari masyarakat, baik melalui media sosial maupun komentar di forum diskusi online. Banyak warga yang menyayangkan adanya tindakan kekerasan yang terjadi di tengah jalan umum. Mereka berharap agar kepolisian dapat segera menyelesaikan kasus ini dan memberikan keadilan bagi korban.
Selain itu, masyarakat juga meminta agar tindakan preventif dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Beberapa pengguna media sosial menyarankan agar penegak hukum lebih aktif dalam mengawasi wilayah-wilayah yang rawan kejahatan atau tindakan anarkis.
Seiring dengan perkembangan penyelidikan, masyarakat tetap menantikan hasil dari pihak kepolisian untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dan apa sebenarnya alasan di balik kejadian ini. Dengan demikian, kejadian seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menjaga kesopanan dan keamanan di lingkungan masyarakat.






























































