Penjelasan Dito Ariotedjo Terkait Kehadirannya Saat Penggeledahan di Rumah Fuad Hasan Masyhur
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menyangkal bahwa dirinya berada di rumah pribadi bos Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur, saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan. Ia mengatakan bahwa saat itu hanya istrinya yang berada di lokasi tersebut.
“Saya tidak di lokasi. Yang ada waktu itu masih istri saya,” ujar Dito setelah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2024 di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (23/1/2025).
Dito menjelaskan bahwa dalam pemeriksaan, penyidik KPK mencecarnya tentang hubungan Bos Maktour Travel dengan kasus dugaan korupsi kuota haji. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai pertanyaan yang diajukan oleh penyidik terkait Fuad Hasan Masyhur.
“Ya pastinya ada lah, kebetulan kan Pak Fuad itu bapak dari istri saya. Dikit. Cuma satu pertanyaan,” tambahnya.
Sebelumnya, KPK telah melakukan penggeledahan di kantor biro perjalanan haji dan umrah Maktour serta rumah pemilik Maktour, Fuad Hasan Masyhur, terkait kasus kuota haji 2024. Penggeledahan ini dilakukan untuk mencari petunjuk yang dibutuhkan oleh penyidik dalam pengungkapan perkara tersebut.
Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, menjelaskan bahwa penggeledahan dilakukan di beberapa titik lokasi, termasuk di kantor Maktour dan kediaman Fuad. Ia menyatakan bahwa tujuan utama dari penggeledahan ini adalah untuk memperoleh informasi yang relevan dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2024.
Proses Penggeledahan dan Peran Keluarga
Dalam proses penggeledahan, biasanya pihak keluarga atau pemangku dari rumah dan kantor tersebut turut serta. Budi menjelaskan bahwa dalam prosedur penggeledahan, ada pihak-pihak yang berwenang di lokasi tersebut untuk menyaksikan proses penggeledahan sekaligus membantu menunjukkan apa yang dicari oleh penyidik.
“Misalnya di rumah saudara Fuad, KPK mengundang saudara Fuad itu untuk ada di situ, ataupun pihak-pihak lain, misalnya pihak-pihak keluarga,” ujar Budi.
Ia juga menambahkan bahwa dalam proses penggeledahan, pihak keluarga dapat memberikan informasi terkait lokasi dan hal-hal yang akan dicari oleh penyidik. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penggeledahan dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur.
Meski demikian, Budi belum mengungkapkan apakah saat penggeledahan rumah Fuad tersebut, Dito Ariotedjo ikut menyaksikan. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan mengecek detail informasi tersebut lebih lanjut.
“Nanti kami cek ya terkait detail informasi itu,” ucap Budi.
Reaksi dan Penjelasan Dito
Dito Ariotedjo juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan langsung dengan kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. Ia menekankan bahwa selama pemeriksaan, penyidik KPK hanya menanyakan sedikit hal terkait hubungan antara Fuad Hasan Masyhur dan kasus tersebut.
Ia mengatakan bahwa hubungan antara Fuad Hasan Masyhur dengan keluarganya adalah sebagai ayah dari istrinya. Hal ini membuatnya memiliki keterkaitan emosional, namun bukan dalam konteks bisnis atau politik.
“Saya hanya menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh penyidik. Saya tidak ingin mengganggu proses penyidikan KPK,” kata Dito.
Dengan penjelasan ini, Dito berharap bisa membersihkan nama baiknya dari tudingan yang muncul akibat keterlibatan keluarganya dalam kasus ini. Ia juga menegaskan bahwa dirinya siap bekerja sama sepenuhnya dengan KPK dalam proses penyidikan yang sedang berlangsung.






























































