Penjelasan Astro Mengenai Insiden Penganiayaan di Hub Ampera
Astro, perusahaan yang memiliki cabang di berbagai wilayah, akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai insiden penganiayaan terhadap mitra mereka di Astro Hub Ampera, Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Assistant Vice President of People and Legal Astro, David Lusikooy, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berawal dari sebuah kecelakaan tunggal yang terjadi pada Jumat pagi, 30 Januari 2026.
Menurut David, sekitar pukul 04.00 WIB, terjadi kecelakaan di area operasional Hub Astro Ampera. “Satu mobil menabrak dua sepeda motor yang dimiliki oleh mitra lalu menabrak pohon di area parkir Hub,” ujar David dalam media briefing yang diadakan di Jakarta Selatan pada Jumat, 6 Februari 2026.
Ia menyampaikan bahwa para mitra yang sedang bertugas pada saat itu langsung mendekat untuk memeriksa kondisi pengemudi yang menabrak. Saat itu, pengemudi keluar dari mobilnya dan menyatakan akan bertanggung jawab. Namun, kemudian pengemudi kembali masuk, menyalakan mobilnya, dan tampak melakukan panggilan telepon.
Tidak lama setelah pengemudi melakukan panggilan, datang dua kendaraan roda empat lainnya. Di dalam kendaraan tersebut terdapat sekitar enam hingga delapan orang. “Lalu, mereka mulai menimbulkan ketegangan,” ujar David.
Para mitra yang ada di lokasi sempat berusaha menjelaskan situasi yang ada. Namun, para pria tersebut langsung melakukan pemukulan dan tendangan terhadap mitra Astro yang saat itu berada di area parkir. Mereka juga masuk ke dalam Hub Astro dan melakukan pemukulan serta intimidasi terhadap mitra yang berada di lantai satu, dua, dan tiga. Beberapa dari mitra yang tidak mengetahui apa yang terjadi di area parkir ikut diintimidasi. “Padahal mereka bekerja lantai di atas,” katanya.
Setelah kejadian, David menyebutkan bahwa pelaku sempat memberikan nomor telepon miliknya kepada salah satu mitra Astro di lokasi. Pelaku juga memberikan uang kompensasi dan pesan ancaman terhadap para mitra. Akibat kecelakaan tersebut, satu sepeda motor mengalami lecet di bagian samping dan satu sepeda motor lainnya rusak parah. David sempat menunjukkan foto lokasi kejadian. Terlihat bagian depan sepeda motor mitra tampak hancur hingga terlihat kerangka mesin di dalamnya. Bagian lampu sorot dan plat nomor bagian depan juga terlepas.
David menyayangkan kejadian yang menimpa mitra kantornya tersebut. Saat ini, korban pemilik motor yang terdampak paling parah memilih mediasi dengan pelaku. Namun, proses hukum di antara kedua pihak belum selesai karena pelaku belum memenuhi secara tuntas syarat mediasi berupa biaya kompensasi hingga hari ini.
Sementara itu, sejumlah mitra lain yang terdampak juga belum memutuskan untuk mengambil langkah hukum apapun. David memastikan pendampingan kesehatan hingga hukum akan terus dilakukan pihaknya hingga perkara ini tuntas.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Jakarta Selatan atau Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Murodih, mengatakan bahwa hingga kini, belum menerima laporan perihal peristiwa itu. “Belum ada laporan,” ujarnya pada Senin, 2 Februari 2026.
Kepolisian masih menunggu adanya laporan dari korban. Namun, Murodih menyampaikan polisi tengah menyelidiki peristiwa ini. Polisi juga melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara hingga mendalami keterangan dari para saksi.





























































