Vicky Prasetyo, seorang selebritas ternama, kembali menjadi sorotan setelah munculnya laporan dari seorang wanita bernama Nunun. Ia mengaku telah memberikan uang sebesar Rp 700 juta kepada Vicky Prasetyo dengan janji bahwa mantan suaminya akan dijadikan Wakil Bupati Bandung Barat dalam Pilkada 2024.
Peristiwa ini terjadi saat Nunun berbicara kepada awak media di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Ia menjelaskan bahwa Vicky Prasetyo meminta uang tersebut dengan alasan ingin menggandeng mantan suaminya sebagai pendamping dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.
“Ketika itu, Vicky meminta uang sebesar Rp 700 juta kepada saya dengan janji akan menggandeng mantan suami saya sebagai calon Wakil Bupati di Kabupaten Bandung Barat,” ujar Nunun pada Senin (16/2).
Menurut Nunun, Vicky Prasetyo sangat meyakinkannya untuk menyetujui rencana tersebut. Bahkan, ia diberi jaminan bahwa uang yang dipinjam akan dikembalikan dalam waktu tiga hari.
“Vicky juga berjanji akan segera mengembalikan pinjaman itu dalam tempo tiga hari. Maka dengan berat hati saya memberikan uang pinjaman itu. Saya tertarik karena Vicky sangat meyakinkan kepada diri saya,” tambah Nunun.
Namun, setelah uang ditransfer, semua janji yang disampaikan oleh Vicky Prasetyo tidak pernah terwujud. Mantan suami Nunun tidak benar-benar dijadikan sebagai calon Wakil Bupati sesuai yang dijanjikan.
“Kenyataannya, setelah uang ditransfer, mantan suami saya tidak benar dicalonkan menjadi calon Wakil Bupati,” tuturnya.
Nunun mengaku sudah mencoba mendatangi kediaman Vicky Prasetyo di Bekasi. Ia juga telah mengirimkan somasi kepada pria berusia 41 tahun tersebut, tetapi menurutnya, Vicky tidak menunjukkan niat baik.
“Saya sudah mendatangi Vicky ke rumahnya di Bekasi, tetap dengan janji-janji,” kata Nunun. “Dan sampai saat ini, uang belum dikembalikan. Akhirnya saya bersama kuasa hukum mengirimkan somasi peringatan juga, dan ingin segera menyelesaikan secara kekeluargaan. Namun, Vicky Prasetyo tidak beriktikad baik,” tambahnya.
Komunikasi terakhir antara mereka terjadi pada bulan lalu. Saat itu, Vicky kembali berjanji akan segera mentransfer uangnya, bahkan meminta nomor rekening Nunun.
“Katanya ‘Senin ingatkan lagi ke saya’. Supaya Senin, tidak ada jawaban, tidak ada balasan sampai detik ini,” ucap Nunun.
Pesan WhatsApp yang dikirimkannya untuk mengingatkan Vicky pun hanya dibaca tanpa dibalas.
“Dibaca sih, kan ada warna biru ya, tetapi enggak dibalas sampai sekarang,” tutur Nunun.
Atas dugaan perihal tersebut, Nunun telah melaporkan kejadian itu ke Polres Cimahi sejak 2024 lalu. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada kelanjutan atas kasus dugaan penipuan tersebut.
“Sudah dilaporkan juga ke Polres Cimahi itu sekitar 2024, tetapi sampai detik ini juga tidak ada tindak lanjut,” kata kuasa hukum Nunun, James Tambunan.






























































