Penangkapan Jukir Nakal di Pasar Tanah Abang
Kawasan Pasar Tanah Abang kembali menjadi perhatian publik setelah sebuah video viral menunjukkan aksi jukir yang mematok tarif parkir sangat tinggi, hingga mencapai Rp100.000. Tindakan ini menimbulkan kegaduhan dan ketidaknyamanan bagi pengunjung pasar.
Satreskrim Polsek Metro Tanah Abang segera bertindak dengan mengamankan delapan orang jukir yang dianggap meresahkan masyarakat. Penangkapan ini dilakukan sebagai respons terhadap praktik pungutan liar (pungli) yang merusak citra pusat perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara tersebut. Dari delapan orang yang ditangkap, satu di antaranya adalah sosok yang terekam dalam video viral tersebut.
Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, mengonfirmasi bahwa tindakan ini diambil demi menjaga kenyamanan pengunjung pasar. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah terkait video viral yang menampilkan jukir meminta uang parkir sebesar Rp100.000. “Dari delapan yang kita amankan ada satu jukir yang viral,” ujar Dhimas saat diwawancarai, Selasa (17/2).
Terancam Pidana dan Tes Urine
Para jukir yang diamankan saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Tanah Abang. Polisi tidak menutup kemungkinan untuk menyeret mereka ke ranah hukum jika ditemukan bukti kuat adanya unsur tindak pidana. Selain fokus pada pungli, polisi juga mendalami kemungkinan penyalahgunaan narkoba di kalangan para jukir liar ini.
“Jukir bisa dijerat ke arah pidana ataupun akan dilakukan pembinaan. Kami juga masih menunggu pemeriksaan urine para jukir apakah mereka urine mereka positif atau tidak konsumsi narkoba,” tegas Dhimas.
Meskipun tidak ditemukan senjata tajam (sajam) saat penangkapan, polisi tetap memberikan pengawasan ketat. Jika nantinya hanya dikenakan pembinaan, para jukir yang seluruhnya merupakan warga lokal Tanah Abang ini wajib melakukan lapor diri secara rutin.
80 Personel Gabungan Kepung Titik Rawan
Operasi pembersihan pungli ini tidak dilakukan sendirian. Pihak kepolisian bekerja sama dengan jajaran kecamatan dan Sudinhub Jakarta Pusat. Camat Tanah Abang, Dwiarti Indriani Utami, menyebutkan ada empat titik utama yang menjadi sasaran pengamanan: depan Blok F, depan Pasar Blok A, depan Mall Thamrin City, hingga area di seberang Hotel Caravan.
“Kami bersama jajaran Polsek Tanah Abang, Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakpus, dan jajaran kecamatan kerahkan 80 personil dalam menjaga ketertiban di wilayah Pasar Tanah Abang,” ungkap Utami.
Langkah ini diambil untuk memastikan arus lalu lintas di Tanah Abang tidak semrawut akibat praktik parkir ilegal. Selain menyasar jukir nakal, petugas juga menertibkan pedagang yang memakan badan jalan.
Bagi pengendara yang masih nekat memarkirkan kendaraannya sembarangan, petugas tidak segan-segan melakukan tindakan di tempat.
“Pedagang yang tumpah ke jalan kita minta untuk tidak berdagang di badan jalan. Kendaraan yang parkir sembarangan kita lakukan penindakan dengan cabut pentil ban motor mereka,” imbuh Utami.
Langkah Pengamanan yang Dilakukan
Pengamanan di Pasar Tanah Abang tidak hanya berfokus pada jukir, tetapi juga pada keseluruhan lingkungan sekitar. Petugas terus berusaha memastikan bahwa semua aktivitas di pasar berjalan dengan lancar dan aman. Hal ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk dari kecamatan dan dinas terkait.
Selain itu, pihak kepolisian juga aktif dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi aturan parkir dan tidak melakukan pungli. Diharapkan dengan langkah-langkah ini, kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.






























































