Kotacimahi.com, JAKARTA – Wardatina Mawa memberikan respons setelah laporannya terhadap suaminya, Insanul Fahmi dan Inara Rusli atas dugaan perzinaan dan perselingkuhan telah naik ke tahap penyidikan.
Melalui akun Instagram pribadinya, ia menyatakan bahwa sebenarnya tidak pernah berniat untuk menjatuhkan siapa pun.
“Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya untuk menjatuhkan siapa pun,” ujar Wardatina Mawa, Rabu (18/2).
Selebgram tersebut menegaskan bahwa membuat laporan polisi bukan dilakukan karena amarah atau dendam terhadap suaminya, Insanul Fahmi yang diduga berselingkuh dengan Inara Rusli.
Menurutnya, tindakan ini adalah upaya seorang istri yang memperjuangkan haknya.
“Ketika saya memutuskan untuk melapor, itu bukan karena amarah. Bukan karena dendam. Itu adalah keputusan seorang istri yang ingin mengambil haknya secara sah dan bermartabat. Saya percaya bahwa hukum hadir untuk melindungi, bukan untuk menyakiti,” jelasnya.
Selain itu, Wardatina Mawa menyampaikan rasa terima kasih kepada aparat yang telah menangani laporan dengan profesional, objektif, dan penuh tanggung jawab.
Ia mengatakan bahwa proses laporan terhadap Insanul Fahmi dan Inara Rusli bukanlah hal yang mudah.
“Dalam proses yang tidak mudah ini, saya hanya ingin berdiri pada tempat yang benar, sebagai istri yang sah, yang memperjuangkan haknya sesuai aturan yang berlaku. Semoga keadilan selalu berpihak pada kebenaran. Terima kasih atas dukungan dan doa yang terus mengalir,” tambah Wardatina Mawa.
Peran Hukum dalam Kasus Ini
Hukum memiliki peran penting dalam kasus seperti ini. Dengan adanya laporan resmi, proses hukum bisa berjalan secara transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Berikut beberapa poin penting terkait peran hukum:
- Proses Penyidikan: Setelah laporan diterima, penyidik akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi yang disampaikan.
- Perlindungan Hak Kepribadian: Hukum juga bertujuan untuk melindungi hak kemanusiaan dan privasi dari semua pihak yang terlibat.
- Keadilan yang Bersifat Objektif: Proses hukum harus dilakukan dengan cara yang adil, tanpa bias atau intervensi eksternal.
Tanggapan dari Publik
Sejak laporan ini dipublikasikan, banyak masyarakat yang memberikan komentar dan dukungan terhadap tindakan yang diambil oleh Wardatina Mawa. Beberapa dari mereka menilai bahwa tindakan ini adalah langkah yang wajar bagi seorang istri yang merasa haknya dilanggar.
Beberapa poin yang sering muncul dalam tanggapan publik:
- Pemahaman tentang hak istri: Banyak orang yang mendukung tindakan Wardatina Mawa karena menilai bahwa seorang istri memiliki hak untuk memperjuangkan keadilan jika dirinya merasa dikhianati.
- Kepercayaan pada sistem hukum: Banyak netizen yang menyampaikan harapan agar proses hukum berjalan dengan baik dan tidak terpengaruh oleh tekanan media atau opini publik.
- Perhatian terhadap isu perselingkuhan: Kasus ini juga menjadi topik diskusi hangat di kalangan masyarakat, khususnya terkait bagaimana masyarakat menangani isu perselingkuhan secara umum.
Tantangan dalam Proses Hukum
Meskipun proses hukum merupakan langkah yang tepat, namun tidak jarang ada tantangan yang dihadapi oleh pelapor. Beberapa antara lain:
- Tekanan psikologis: Pelapor sering kali menghadapi tekanan emosional, terutama ketika kasus ini menjadi sorotan publik.
- Proses yang panjang: Proses hukum bisa memakan waktu cukup lama, terutama jika ada banyak pihak yang terlibat atau jika ada sengketa hukum yang kompleks.
- Keterbatasan informasi: Kadang-kadang pelapor tidak memiliki akses lengkap terhadap informasi yang dibutuhkan untuk memperkuat laporan mereka.
Kesimpulan
Wardatina Mawa menunjukkan sikap yang tegas dan bijak dalam menghadapi situasi ini. Ia tidak hanya memperjuangkan haknya, tetapi juga menjaga martabat diri dan menjunjung tinggi proses hukum yang berlaku. Dengan dukungan dari masyarakat dan profesionalisme dari aparat, diharapkan kasus ini dapat diselesaikan secara adil dan transparan.





























































