Di tengah keterbatasan ruang dan waktu, polisi terbukti mampu memanfaatkan strategi yang sangat kreatif dalam menangkap pelaku kejahatan. Salah satu contohnya adalah aksi penyamaran seorang polisi yang menyamar sebagai pengamen untuk menangkap buronan di dalam bus. Peristiwa ini menjadi viral di media sosial karena taktik yang dilakukan sangat rapi dan tanpa celah.
Kronologi Penangkapan Buronan
Kasus penangkapan buronan yang viral belakangan ini melibatkan seorang pelaku berinisial Een (18) yang telah kabur selama enam bulan setelah terlibat dalam kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian korban. Setelah merasa aman, Een memutuskan untuk pulang ke Padang. Namun, pergerakannya telah dipantau oleh Tim Klewang.
Saat bus yang ditumpanginya melintas di kawasan Indarung, sejumlah orang yang menyamar sebagai pengamen naik ke dalam bus. Tanpa menaruh kecurigaan, Een tetap duduk santai di kursinya. Alih-alih disuguhi lagu, ia justru dikejutkan oleh kemunculan Tim Klewang yang langsung mengamankannya di dalam bus tersebut.
Komandan tim, Aiptu David Rico Dermawan, menyamar sebagai pengamen untuk menangkap Een. Ia memberikan sambutan dengan penuh semangat kepada para penumpang bus, termasuk kepada Een. Pengamen yang naik ke bus tersebut ternyata adalah Aiptu David Rico Dermawan, yang akrab disapa David Wewe, selaku Ketua Tim Klewang Polresta Padang.
Akibat terkejut saat penangkapan berlangsung, Een disebut sampai buang air kecil di celana ketika diamankan petugas. Aiptu David Rico Dermawan bersama Tim Klewang berhasil meringkus Een (18), buronan kasus penganiayaan terhadap anak, dengan menyamar sebagai pengamen di dalam bus.
Mengenal Aiptu David Wewe, Polisi Buser yang Melegenda
Di balik aksi yang viral tersebut, sosok David Wewe sebenarnya sudah cukup dikenal masyarakat Sumatera Barat. Ia memiliki reputasi sebagai polisi dengan naluri tajam serta kemampuan penyamaran yang tak terduga. Berikut beberapa informasi singkat tentang Ketua Tim Klewang tersebut:
- Pengalaman 23 Tahun: David telah berkiprah sebagai anggota buser lebih dari dua dekade. Selama bertugas, ia kerap menghadapi situasi berisiko tinggi, bahkan pernah mengalami luka tembak dan tusukan saat berhadapan dengan pelaku kejahatan.
- Pernah Bertugas di Mentawai: Sebelum memimpin Tim Klewang, ia sempat berdinas di Kepulauan Mentawai. Di wilayah itu, ia terbiasa menempuh perjalanan ekstrem menggunakan speedboat di tengah ombak besar demi mengejar pelaku kriminal.
- Aktif di Media Sosial: David juga aktif di platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Melalui akun pribadinya, ia kerap memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menampilkan sisi tegas kepolisian dalam menjaga ketertiban.
- Pribadi yang Family Man: Meski dikenal tegas di lapangan, David merupakan sosok ayah yang berdedikasi. Ia rutin meluangkan waktu khusus setiap hari Minggu untuk keluarga, di tengah jadwal dinas yang padat dari Senin hingga Sabtu.
Atensi Khusus dari Kasat Reskrim
Penangkapan Een disebut menjadi perhatian langsung Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol M. Yasin, S.I.K., M.A.P. Pelaku dijerat Pasal 80 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman berat.
Kini, Een harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Sebagaimana kutipan yang kerap dibagikan David Rico Dermawan di akun Facebook-nya, “Selamat datang di Lorong Tobat, En. Bertobatlah sungguh-sungguh sebelum ajal menjemput lebih dulu daripada Tim Klewang.”




















































