Penyelesaian Kasus Pemukulan Petugas SPBU di Jakarta Timur
Kasus pemukulan yang menimpa petugas SPBU di Cipinang Muara, Jakarta Timur, akhirnya terungkap setelah dilakukan penyelidikan mendalam oleh aparat kepolisian. Pelaku yang sebelumnya mengaku sebagai anggota polisi dan orang dekat jenderal ternyata hanya seorang pekerja rental yang sedang dalam pengaruh narkotika.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Dr. Alfian Nurrizal, memastikan bahwa informasi mengenai keterlibatan anggota Polri dalam peristiwa tersebut adalah hoaks. Ia menyampaikan hal ini melalui akun Instagram pribadinya, @alfiannurrizal.id.
Setelah melakukan pengejaran, Tim Resmob Polres Metro Jakarta Timur berhasil menangkap pelaku berinisial JM, 31. Saat diperiksa, keterangan JM terus berubah-ubah, sehingga memicu kecurigaan dari petugas. Akhirnya, tes urine dilakukan dan hasilnya mengejutkan: JM positif mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja. Alfian menegaskan bahwa JM bukanlah anggota Polri, melainkan seorang pekerja rental.
Kronologi Awal Insiden
Insiden bermula saat JM ingin mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Cipinang Muara. Namun, terjadi ketidakcocokan antara nomor polisi kendaraan dengan data barcode yang dibawa. Sesuai aturan SOP, petugas SPBU menolak pengisian BBM subsidi jika data tidak sinkron dan mengarahkan pelaku ke pengisian Pertamax.
Penolakan ini rupanya memicu amarah JM hingga melakukan penganiayaan terhadap tiga orang staf SPBU. Staf SPBU Mukhlisin, 38, menjelaskan bahwa petugas sudah bekerja sesuai prosedur. “Kalau yang di Pertalite memang harus pakai barcode,” tegas Mukhlisin.
Dampak Aksi Koboi Pelaku
Aksi koboi JM mengakibatkan tiga petugas SPBU mengalami luka-luka. Mereka adalah Ahmad Khoirul Anam, Lukmanul Hakim, dan Abud Mahmudin. Mukhlisin merinci luka yang diderita rekan-rekannya akibat serangan mendadak tersebut.
“Operator yang saat itu sedang istirahat dan ikut nimbrung Abud Mahmudin sudah bekerja 4 tahunan. Kalau Khoirul Anam itu di pipi, tamparan pipi,” jelasnya. Bahkan, salah satu korban mengalami cedera cukup parah di bagian mulut. “Korban Luman, diakui Mukhlisin terkena pukulan di rahang kanan dan Abud di bawah mata, pipi deket mulut, dan giginya otek,” tambah Mukhlisin.
Pengakuan Pelaku
Dalam aksinya, pelaku JM sempat berusaha mengintimidasi para petugas dengan mengaku sebagai orang dekat pejabat tinggi Polri. Ia berdalih mobil yang digunakannya adalah milik seorang jenderal bintang dua. “Pelaku mengaku kendaraan yang mengisi bensin milik seorang jenderal dengan jabatan Kapolda,” ungkap Mukhlisin.
Tindakan yang Dilakukan
Setelah insiden tersebut, pihak SPBU bersama aparat kepolisian melakukan langkah-langkah untuk memastikan keamanan dan keselamatan seluruh staf. Selain itu, pelaku JM juga telah dijerat dengan hukum terkait penggunaan narkoba dan penganiayaan. Penyidik akan terus memproses kasus ini hingga tuntas.





























































