Peristiwa Kekerasan yang Menimpa Mahasiswi di UIN Suska
Kotacimahi.com, JAKARTA – Ketua Ikatan Keluarga Bintan Riau, H Hasyim Aliwa mengungkapkan rasa prihatin terhadap kekerasan yang menimpa salah satu mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska). Kejadian ini terjadi saat korban sedang menjalani sidang skripsi, sebuah momen penting dalam kehidupannya.
“Ini peristiwa yang sangat menyayat hati. Adik kita ini sedang berada di fase penting hidupnya, hendak sidang skripsi, tetapi justru menjadi korban kekerasan brutal. Ini bukan hanya luka fisik, ini luka batin dan luka bagi semua,” ujar Hasyim kepada wartawan, Kamis (26/2).
Menurut informasi yang diperoleh, pelaku diduga memiliki hubungan pribadi dengan korban. Ia tiba-tiba datang dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. Akibatnya, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan tangan. Korban segera dilarikan ke RSUD Arifin Ahmad untuk mendapat penanganan medis. Sementara itu, pelaku telah diamankan oleh aparat kepolisian dan kini menjalani proses hukum.
Hasyim menegaskan bahwa masyarakat Bintan ikut merasakan duka atas kejadian tersebut. Korban merupakan bagian dari generasi muda yang tengah berjuang mengangkat martabat keluarga melalui pendidikan.
“Dia datang merantau untuk menuntut ilmu, membawa harapan orang tua dan kampung halamannya. Kekerasan seperti ini tidak boleh dianggap persoalan pribadi semata. Ini persoalan kemanusiaan,” tegasnya.
Ia meminta aparat penegak hukum menangani kasus ini secara tegas dan transparan. “Kami percaya proses hukum akan berjalan. Tetapi pesan kami jelas tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, apalagi terhadap perempuan. Ini harus menjadi peringatan keras bagi siapa pun,” ujarnya.
Hasyim juga mengajak generasi muda untuk menjadikan peristiwa ini sebagai refleksi. Menurutnya, persoalan hubungan atau emosi tidak boleh diselesaikan dengan tindakan brutal.
“Kalau ada masalah, selesaikan dengan dialog, dengan kepala dingin. Jangan pernah membiarkan amarah mengalahkan akal sehat. Satu tindakan nekat bisa menghancurkan masa depan banyak orang,” katanya.
Ikatan Keluarga Bintan Riau berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi korban dan memberikan dukungan moril kepada keluarga. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif. Keluarga dan masyarakat berharap kondisi korban segera membaik dan dapat kembali melanjutkan cita-citanya yang sempat tertunda akibat peristiwa tersebut.





























































