Gubernur Jabar Minta Pemisahan Mahasiswa Aktivis dan Perusuh
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa pihak kepolisian akan memastikan bahwa semua orang yang diamankan selama patroli skala besar di kawasan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas) adalah perusuh. Ia menekankan pentingnya identifikasi terhadap setiap individu yang ditangkap.
Dedi menjelaskan bahwa tidak semua yang diamankan merupakan mahasiswa atau aktivis. Ada beberapa orang yang membawa senjata api, bom molotov, narkoba, maupun dalam kondisi mabuk. Selain itu, ada juga aktivis murni yang berjuang demi kepentingan rakyat.
“Identifikasi sangat penting dilakukan agar bisa dibedakan antara mahasiswa aktivis dengan perusuh yang bertindak kriminal,” ujar Dedi Mulyadi pada Rabu (3/9/2025).
Ia menambahkan bahwa mahasiswa harus dilindungi, begitu pula dengan aparat kepolisian. Tidak boleh ada anggota polisi yang menjadi korban dari tindakan kekerasan perusuh.
Sebelumnya, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengungkapkan bahwa ada 16 orang yang diamankan selama patroli skala besar di kawasan Unisba dan Unpas Bandung. Berdasarkan hasil identifikasi, dari 16 orang tersebut, beberapa di antaranya adalah mahasiswa, penjaga counter HP, buruh harian lepasan, hingga penjaga keamanan.
Daftar nama-nama yang diamankan meliputi AZ (21), ERA (30), FNE (19), RAR (21), YAA (21), GR (19), MN (23), MF (23), HFS (29), MRA (20), AW (25), MSE (19), MFS (25), HM (26), GOP (29), dan AA (25).
Selain itu, pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti seperti 2 bom molotov, pesan ajakan berkumpul, satu senjata api air softgun dengan peluru gotri merek Barreta, serta ganja sebanyak 7 gram.
Langkah Penanganan yang Dilakukan oleh Pihak Kepolisian
Pihak kepolisian melakukan langkah-langkah yang cukup ketat dalam menangani situasi yang terjadi di kawasan Unisba dan Unpas. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban umum. Selain itu, pihak kepolisian juga berupaya memastikan bahwa tidak ada kesalahan dalam identifikasi terhadap para tersangka.
Kapolda Jabar menyampaikan bahwa proses identifikasi dilakukan secara mendalam agar tidak ada kesalahan dalam pengambilan tindakan. Dengan demikian, pihak kepolisian dapat memastikan bahwa semua yang diamankan benar-benar terlibat dalam tindakan kriminal.
Beberapa faktor yang diperhatikan dalam identifikasi termasuk keberadaan senjata tajam, bahan-bahan yang berbahaya, serta kemungkinan adanya keterlibatan narkoba. Hal ini menunjukkan bahwa pihak kepolisian sangat serius dalam menangani kasus-kasus yang terjadi di lingkungan kampus.
Pentingnya Perlindungan terhadap Mahasiswa dan Aparat
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa perlindungan terhadap mahasiswa harus menjadi prioritas utama. Ia menilai bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun bangsa dan negara. Oleh karena itu, mereka harus dilindungi dari segala bentuk ancaman atau tindakan yang tidak sesuai.
Di sisi lain, pihak kepolisian juga harus dilindungi. Dedi menekankan bahwa aparat kepolisian jangan sampai menjadi korban dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh perusuh. Dengan demikian, keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pihak bisa terjaga.
Kesimpulan
Situasi yang terjadi di kawasan Unisba dan Unpas Bandung menunjukkan pentingnya peran pihak kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Identifikasi yang dilakukan oleh polisi sangat penting untuk memastikan bahwa hanya perusuh yang ditangani, sedangkan mahasiswa dan aktivis yang benar-benar berjuang demi kepentingan rakyat tetap dilindungi.
Dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh pihak kepolisian, diharapkan situasi dapat segera pulih dan kembali normal. Selain itu, perlindungan terhadap mahasiswa dan aparat kepolisian juga menjadi prioritas utama dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul.






























































