ChatGPT Menghasilkan Pendapatan yang Signifikan dalam Dunia Aplikasi Chatbot
Layanan chatbot ChatGPT, yang dikembangkan oleh OpenAI, terbukti menjadi salah satu aplikasi paling sukses dalam sejarah teknologi. Berdasarkan data yang dirangkum oleh Appfigures, penyedia analisis dan data aplikasi, layanan ini telah menghasilkan pendapatan sebesar US$ 2 miliar atau sekitar Rp 31 triliun sejak diluncurkan pada tahun 2023. Angka ini menunjukkan pertumbuhan pesat dari penggunaan dan kepercayaan global terhadap teknologi AI yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut.
Pendapatan yang dihasilkan oleh ChatGPT jauh lebih besar dibandingkan dengan aplikasi chatbot lainnya seperti Claude, Copilot, dan Grok. Diperkirakan, jumlah pengeluaran konsumen global untuk layanan ChatGPT mencapai 30 kali lipat dari aplikasi pesaingnya. Pada tahun ini saja, ChatGPT berhasil mendapatkan pendapatan sekitar US$ 1,35 miliar, meningkat sebesar 673 persen secara tahunan dibandingkan dengan pendapatan US$ 174 juta pada Januari hingga Juli 2024. Rata-rata pendapatan bulanan ChatGPT mencapai hampir US$ 193 juta, naik dari US$ 25 juta pada tahun lalu.
Perbandingan dengan Aplikasi Lain
Di bawah ChatGPT, Grok, chatbot yang dikembangkan oleh X (dulu dikenal sebagai Twitter), menempati posisi kedua. Grok telah menghasilkan sekitar US$ 25,6 juta hingga saat ini. Jika dihitung rata-rata per bulannya, Grok mencatatkan pendapatan sekitar US$ 3,6 juta atau sekitar 1,9 persen dari total pendapatan ChatGPT.
Selain itu, data juga menunjukkan bahwa setiap pengunduhan ChatGPT memberikan pendapatan sekitar US$ 2,91. Sementara itu, Claude mencatatkan pendapatan sebesar US$ 2,55 per unduhan, Grok sebesar US$ 0,75, dan Copilot sebesar US$ 0,28. Hal ini menunjukkan bahwa ChatGPT memiliki daya tarik yang sangat kuat terhadap pengguna.
Pasar Utama ChatGPT
Amerika Serikat menjadi pasar terbesar bagi ChatGPT, dengan kontribusi sebesar 38 persen dari total pendapatan seumur hidup. Data Appfigures menyebutkan bahwa pengeluaran per unduhan ChatGPT di AS mencapai US$ 10. Diikuti oleh Jerman, yang menjadi pasar terbesar kedua dengan kontribusi sebesar 5,3 persen dari total pengeluaran ChatGPT.
Dalam hal jumlah unduhan, India menjadi pasar terbesar dengan kontribusi sebesar 13,7 persen dari total unduhan sejak awal. Amerika Serikat kembali memegang peringkat kedua dengan kontribusi sebesar 10,3 persen dari total unduhan pada tahun ini.
Pertumbuhan Pengunduhan
Data terbaru menunjukkan bahwa ChatGPT merajai dunia chatbot dengan total unduhan sebesar 690 juta kali. Pada tahun 2025, aplikasi ini telah diunduh sebanyak 318 juta kali—sekitar 2,8 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan 113 juta unduhan pada periode yang sama di tahun 2024. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa permintaan akan layanan AI seperti ChatGPT semakin meningkat.
Dengan peningkatan yang signifikan baik dalam pendapatan maupun jumlah unduhan, ChatGPT terus memperkuat posisinya sebagai salah satu layanan chatbot terkemuka di dunia. Kehadirannya tidak hanya membuktikan keunggulan teknologi AI, tetapi juga memberikan peluang baru bagi pengembangan industri digital di berbagai negara.






























































