Tingkat Kriminalitas di Sulawesi Tenggara Tahun 2024
Selama tahun 2024, wilayah Sulawesi Tenggara mencatat sejumlah besar kasus kejahatan yang terjadi. Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah total kasus kejahatan mencapai 2.915 kasus. Angka ini menunjukkan risiko penduduk terhadap tindak kriminal sebesar 916 per 100.000 penduduk. Namun, tingkat kriminalitas tidak merata di seluruh daerah. Beberapa wilayah memiliki angka yang lebih tinggi dibandingkan yang lain.
Berikut adalah lima wilayah dengan jumlah kasus kejahatan terbanyak:
Kota Kendari: Wilayah dengan Kasus Terbanyak
Kota Kendari menjadi wilayah dengan jumlah kasus kejahatan terbanyak di Sulawesi Tenggara. Secara khusus, tercatat sebanyak 1.006 kasus kejahatan. Risiko bagi penduduk mengalami tindak pidana mencapai 25 per 100.000 orang. Tingkat penyelesaian kasus di kota ini sebesar 52,19%. Kendari sebagai pusat kegiatan ekonomi dan sosial memang memiliki potensi tinggi untuk kejadian kejahatan.
Kabupaten Muna: Peringkat Kedua dalam Jumlah Kasus
Kabupaten Muna menduduki posisi kedua dengan 778 kasus kejahatan. Risiko penduduk terhadap tindak kriminal sebesar 20 per 100.000 penduduk. Tingkat penyelesaian kasus mencapai 56,66%, menunjukkan bahwa aparat setempat cukup aktif dalam menangani berbagai tindakan kriminal.
Kota Baubau: Tingkat Penyelesaian Kasus Tinggi
Kota Baubau melaporkan 333 kasus kejahatan dengan risiko 12 per 100.000 penduduk. Meskipun jumlah kasusnya lebih rendah dibandingkan dua wilayah sebelumnya, tingkat penyelesaian kasus mencapai 68,77%. Ini menunjukkan bahwa sistem penegakan hukum di kota ini cukup efektif.
Kabupaten Konawe Selatan: Risiko Tertinggi di Lima Besar
Konawe Selatan memiliki 308 kasus kejahatan, namun risiko tindak pidana per 100.000 penduduk mencapai 126, yang merupakan angka tertinggi di antara lima wilayah utama. Tingkat penyelesaian kasus di sini sebesar 64,61%, menunjukkan kerja keras dari aparat setempat dalam menangani berbagai tindakan kriminal.
Kabupaten Kolaka: Tingkat Penyelesaian Kasus Terbaik
Kolaka menempati posisi kelima dengan 205 kasus kejahatan. Risiko penduduk terhadap tindak kriminal sebesar 57 per 100.000 penduduk. Namun, tingkat penyelesaian kasus tercatat paling tinggi di antara lima wilayah tersebut, yaitu sebesar 79,02%. Hal ini menunjukkan bahwa upaya penegakan hukum di kabupaten ini sangat baik.
Dari data yang disajikan, terlihat bahwa meski jumlah kasus berbeda-beda, tingkat penyelesaian dan efektivitas penegakan hukum juga bervariasi. Kota Kendari dan Kabupaten Muna menjadi wilayah yang memerlukan perhatian lebih karena jumlah kasus yang tinggi. Sementara itu, Kolaka dan Baubau menunjukkan performa yang lebih baik dalam menangani kasus kejahatan. Dengan demikian, penting bagi pihak berwenang untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan kejahatan di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.





























































