Kasus Tumbler Hilang di KRL Menarik Perhatian Gubernur Jabar
Kasus tumbler yang hilang di dalam Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Kejadian ini menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menyampaikan pernyataan terkait penanganan masalah tersebut oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Peristiwa tersebut berawal dari keluhan seorang penumpang bernama Anita Dewi, yang mengeluhkan kehilangan tumbler miliknya saat menggunakan jasa KRL. Isu ini kemudian viral di media sosial dan menimbulkan banyak komentar dari masyarakat. Salah satu pihak yang disebut terlibat dalam kejadian ini adalah Argi, petugas Passenger Service di Stasiun Rangkasbitung.
Dedi Mulyadi menyampaikan pesan khusus kepada Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, terkait kasus ini. Ia menilai bahwa PT KAI memiliki reputasi sebagai perusahaan yang profesional dalam menangani berbagai masalah. Menurutnya, perusahaan ini sangat mengutamakan pelayanan terhadap pelanggan dan penumpang.
“PT KAI ini sangat profesional dalam menangani berbagai masalah. Dia sangat mengutamakan pelayanan terhadap pelanggan dan penumpangnya,” ujar Dedi Mulyadi dalam pernyataannya.
Meski demikian, Dedi juga menyampaikan harapan agar Argi bisa kembali bekerja jika informasi pemecatan tersebut benar adanya. Ia menegaskan bahwa sebagai sahabat dan mitra kerja, ia ingin melihat proses rehabilitasi nama Argi dilakukan dengan baik.
“Tetapi, saya boleh dong sebagai sahabat, mitra kerja, menyampaikan juga sebagai usulan. Kayaknya, karyawannya boleh dong dipekerjakan kembali dan namanya sudah terehabilisasi (baca: terpulihkan) dengan pernyataan orang yang merasa dirugikan,” kata Dedi.
Selain itu, Dedi Mulyadi meminta masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi semangat profesionalisme serta empati dan tenggang rasa dalam bekerja. Ia berharap semua pihak dapat saling menghargai dan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.
Penyelesaian Secara Kekeluargaan
Pihak KAI Commuter dan KAI Wisata menyampaikan bahwa mereka telah melakukan mediasi antara Argi dan Anita Dewi beserta suaminya, Alvin Harris. Informasi ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @commuterline pada Jumat (28/11/2025).
Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa proses mediasi berjalan baik, dan permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan, di mana seluruh pihak telah saling memaafkan. KAI Commuter berharap kejadian ini menjadi pengalaman bersama untuk saling menghormati dan memiliki kepedulian dalam menciptakan layanan transportasi yang aman dan nyaman.
Pihak KAI juga menegaskan bahwa penyelesaian secara kekeluargaan dilakukan sebagai bentuk keterbukaan mereka terhadap kritik dan masukan dari pengguna layanan. Dalam video yang diunggah, turut hadir Vice President Train Service Facility and Customer Care, Sondang.
Argi menyatakan bahwa dirinya tetap bekerja sebagai petugas Passenger Service di Stasiun Rangkasbitung. “Saya masih bekerja di KAI Wisata di bagian Passenger Service Commuter Line di Rangkas,” ungkap Argi.
Seluruh pihak di dalam video pun saling meminta maaf dan memaafkan satu sama lain. Proses ini menunjukkan bahwa kejadian ini tidak hanya menjadi masalah individu, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi semua pihak terkait.





























































