Penangkapan Pelaku Pembunuhan Putri Apriyani Menjadi Contoh Kepolisian yang Tegas dan Transparan
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) atas keberhasilan mereka dalam mengungkap kasus pembunuhan terhadap Putri Apriyani. Kasus ini sempat menjadi perhatian masyarakat luas karena melibatkan pelaku yang ternyata merupakan mantan anggota polisi.
Dedi menilai tindakan cepat dan tegas dari pihak kepolisian menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga rasa keadilan di tengah masyarakat. Ia juga menyampaikan terima kasih khusus kepada Kapolda Jawa Barat, Kapolres Indramayu, serta Kasatreskrim Indramayu yang bekerja keras dalam mengusut kasus tersebut. Menurutnya, langkah seperti ini penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum.
“Ini bukti bahwa Polri terbuka dan tegas, meski kasus melibatkan oknum anggotanya sendiri,” ujar Dedi dalam pernyataannya. Ia menekankan bahwa penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu agar masyarakat yakin bahwa keadilan benar-benar ditegakkan.
Kasus pembunuhan yang menimpa Putri Apriyani sebelumnya menghebohkan warga Indramayu. Korban ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan, sehingga penyelidikan intensif dilakukan oleh pihak berwajib. Hasil penyidikan akhirnya mengarah pada Alvian Sinaga, mantan anggota polisi yang pernah bertugas di Jawa Barat.
Penangkapan Alvian Sinaga dilakukan setelah dilakukan pengejaran selama beberapa hari. Pihak kepolisian menyatakan bahwa tindakan ini menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus tersebut. Selain itu, penangkapan ini juga menegaskan komitmen lembaga kepolisian untuk menindak siapa pun yang bersalah, termasuk mantan aparat.
“Tidak ada toleransi bagi pelaku kejahatan, siapapun dia. Hukum harus ditegakkan,” tegas Kapolda Jabar dalam konferensi pers. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini hingga ke persidangan agar keluarga korban mendapatkan keadilan yang layak.
Gubernur Dedi menilai tindakan tegas kepolisian dapat menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum akan semakin meningkat jika setiap kasus ditangani dengan profesional dan transparan.
“Polri telah menunjukkan sikap terbuka, dan ini patut kita apresiasi. Penegakan hukum tidak boleh setengah-setengah, apalagi menyangkut nyawa manusia,” ucap Dedi. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung upaya aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Sementara itu, keluarga korban menyampaikan rasa lega setelah mendengar kabar penangkapan pelaku. Mereka berharap proses hukum dapat berjalan lancar dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal. “Kami hanya ingin keadilan bagi Putri,” ujar salah satu anggota keluarga.
Kasus ini juga mendapat perhatian luas di media sosial. Banyak warganet memuji kinerja polisi karena tidak pandang bulu dalam mengusut perkara, meski pelaku memiliki latar belakang sebagai aparat. Hal ini dinilai sebagai langkah positif dalam membangun citra Polri yang bersih dan berintegritas.
Pengamat hukum dari Universitas Padjadjaran, Bambang Sutrisno, menilai langkah Polri sangat tepat. Menurutnya, aparat penegak hukum harus berani menindak siapa pun yang terbukti melanggar hukum.
“Transparansi penanganan kasus ini dapat menjadi contoh dalam upaya reformasi internal kepolisian,” katanya. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berjanji akan memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga korban.
Hal ini dilakukan untuk memastikan keluarga tetap mendapatkan dukungan moral di tengah duka yang mendalam. “Kami akan terus mendampingi keluarga korban hingga proses hukum selesai,” kata Dedi.
Selain itu, Dedi juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam mencegah tindak kriminalitas di masyarakat. Ia berharap kasus serupa tidak kembali terjadi dengan memperkuat langkah pencegahan dan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Kapolres Indramayu menyatakan bahwa pihaknya masih terus mendalami motif pembunuhan tersebut. Ia berjanji akan mengungkap semua fakta agar publik mengetahui dengan jelas kronologi kejadian. “Kami pastikan tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya.
Dengan adanya penangkapan ini, Gubernur Dedi Mulyadi berharap keadilan segera ditegakkan. Ia percaya bahwa hukum akan memberikan jawaban bagi keluarga korban dan menjadi pelajaran berharga agar aparat maupun mantan aparat tidak menyalahgunakan wewenang maupun pengetahuan hukum untuk melakukan kejahatan.





























































