Warga Bondowoso Hebohkan Penemuan Benda Mirip Granat
Warga Desa Klabangagung, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur dihebohkan dengan penemuan benda yang diduga merupakan granat pada Rabu (6/8/2025) sore. Kejadian ini memicu kekhawatiran dan tindakan cepat dari pihak berwajib.
Benda tersebut ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencari burung di sekitar Bendungan Gubrih, Desa Klabangagung. Saat menemukan benda aneh tersebut, warga langsung melaporkan kejadian kepada pihak desa dan aparat setempat. Sebagai respons awal, Polsek Tegalampel memasang Police Line untuk mengamankan lokasi dan mendatangkan tim penjinak bom Gegana Polda Jatim.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata benda yang ditemukan bukanlah granat nyata, melainkan korek api yang dirancang menyerupai bentuk granat. Hal ini diungkapkan oleh Kapolsek Tegalampel, AKP Shobingan, usai melakukan olah TKP pada Kamis (7/8/2025) pagi.
“Jadi korek api gas yang berbentuk granat nanas,” jelasnya. Menurutnya, meskipun bentuknya mirip granat, benda tersebut tidak memiliki potensi bahaya karena hanya berupa mainan.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap menjalankan prosedur standar operasional (SOP) dalam menangani situasi seperti ini. AKP Shobingan menjelaskan bahwa tindakan pengamanan dilakukan karena adanya laporan dari warga yang merasa khawatir. Pasalnya, lokasi penemuan tersebut pernah digunakan sebagai tempat latihan TNI sekitar delapan bulan lalu.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga dan Kepala Desa Klabangagung yang secara aktif memberikan informasi tanpa melakukan tindakan gegabah. “Terima kasih kepada warga dan Kades yang aktif dan tidak melakukan langkah pribadi dan gegabah,” ujarnya.
Aipda SlM Supriyanyo, Ketua Tim Unit Komposit Gegana Brimob Polda Jatim, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa benda tersebut adalah mainan. Salah satu indikatornya adalah berat benda tersebut yang sangat ringan.
“Karena jika granat, maka memiliki ciri tersendiri dengan berat tertentu. Paling ringan berat granat itu sekitar 600 gram,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa benda yang ditemukan hanya memiliki berat sekitar 38 gram, sehingga jelas bukan benda berbahaya.
Proses Penanganan yang Dilakukan
Proses penanganan benda tersebut berlangsung dengan ketat dan terstruktur. Pihak kepolisian tidak hanya memastikan keselamatan warga, tetapi juga memastikan bahwa tidak ada risiko yang muncul akibat kesalahan identifikasi.
Selain itu, kehadiran tim Gegana memastikan bahwa semua kemungkinan telah dipertimbangkan. Meskipun akhirnya diketahui bahwa benda tersebut bukanlah senjata atau bahan peledak, proses pemeriksaan tetap dilakukan sesuai protokol agar tidak ada risiko yang terlewat.
Kesimpulan
Penemuan benda yang awalnya menimbulkan kekhawatiran ternyata hanya sebuah mainan yang dibuat menyerupai granat. Namun, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran masyarakat dan tindakan cepat dari pihak berwajib dalam menghadapi situasi yang bisa saja berpotensi berbahaya.
Dengan adanya koordinasi yang baik antara warga dan aparat, kejadian ini berakhir dengan aman dan tidak menimbulkan korban atau kerugian. Hal ini juga menunjukkan pentingnya komunikasi yang efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.






























































