Inovasi Alat Angkatan Laut China yang Menghebohkan
Dalam pameran pertahanan terbaru, China menampilkan beberapa inovasi alutista yang menarik perhatian dunia. Diantara yang paling mencolok adalah dua jenis rudal yaitu JL-3 dan YJ-21. Kedua senjata ini memiliki kemampuan yang luar biasa dan dianggap sebagai bagian penting dari modernisasi militer negara tersebut.
Rudal JL-3: Senjata Nuklir Generasi Baru
Rudal balistik China JL-3 merupakan senjata nuklir generasi terbaru yang diluncurkan dari kapal selam. Sebagai komponen utama dalam triad nuklir China, JL-3 memperkuat pencegahan strategis negara tersebut. Jangkauannya diperkirakan mencapai 9.000 hingga lebih dari 10.000 km, sehingga mampu mencapai wilayah daratan Amerika Serikat dari perairan dekat China.
Kemampuan JL-3 juga jauh melampaui pendahulunya, JL-2, yang hanya memiliki jangkauan sekitar 7.200 km. Selain itu, rudal ini dilengkapi dengan sistem navigasi Astro-internal dan BeiDou, memberikan akurasi tinggi dengan CEP sekitar 100 meter. JL-3 juga memiliki kemampuan MIRV (Multiple Independently targetable Reentry Vehicle), yang memungkinkan membawa tiga hulu ledak nuklir berkekuatan 250–1000 kiloton per hulu ledak.
Pertama kali diuji pada November 2018 di Laut Bohai, JL-3 telah operasional sejak tahun 2023 dan digunakan pada kapal selam kelas Jin milik Angkatan Laut PLA. Rudal ini menjadi bagian dari upaya China menciptakan pencegahan nuklir berbasis laut yang kredibel serta memberi dimensi baru pada modernisasi militer.
Rudal YJ-21: Kecepatan dan Manuver Tinggi
Rudal balistik hipersonik anti-kapal YJ-21 dirancang untuk menghantam target laut bernilai tinggi, seperti kapal induk. Dengan kecepatan supersonik dan jangkauan lebih dari 600 km, YJ-21 mampu meluncur dari berbagai platform militer termasuk kapal perusak dan pesawat pengebom H-6.
YJ-21 memiliki panjang sekitar 8–9 meter, diameter 0,76–0,85 meter, dan bobot sekitar 2.000 kg. Kecepatannya mencapai Mach 6 (midcourse) dan hingga Mach 10 (12.300 km/jam) pada tahap terminal. Kemampuan manuver tinggi membuatnya sulit dicegat, meningkatkan efektivitas dalam menyerang kapal induk atau destroyer lawan.
Selain itu, YJ-21 melampaui YJ-18 dan YJ-12 dalam hal jangkauan dan kecepatan. Teknologi hipersonik dan terminal maneuver menjadikannya ancaman baru yang lebih sulit dicegat dibandingkan generasi sebelumnya.
Sistem Pertahanan Lainnya: HQ-29
Selain JL-3 dan YJ-21, China juga memamerkan sistem pertahanan HQ-29. Sistem ini dirancang untuk mencegat rudal musuh saat masih berada di luar angkasa. Meski detail kemampuannya masih minim, ukuran besar menunjukkan jangkauan sangat luas. Sistem serupa di Barat adalah SM-3 Block IIA, yang dapat diluncurkan dari darat maupun kapal, meski tidak bersifat mobile di jalan raya seperti HQ-29.
Dengan teknologi canggih yang ditampilkan, China semakin memperkuat posisi militer mereka di panggung global. Inovasi-inovasi ini menunjukkan komitmen China dalam modernisasi alutista yang akan memengaruhi dinamika keamanan internasional.






























































