Kapolsek Kaliwungu Dikeroyok Saat Melerai Tawuran
Pada Minggu (8/3/2026) pukul 03.30 dini hari, Kapolsek Kaliwungu Kendal, AKP Nindya Putra Wahyu Nugroho, bersama anggota lainnya, Brigadir Hendy, mengalami tindak kekerasan saat sedang melakukan tugas pengamanan di wilayah Desa Krajan Kulon, Kaliwungu.
Kejadian ini terjadi ketika polisi sedang melakukan patroli pengamanan aksi ngangklang, sebuah kegiatan tradisional yang dilakukan selama bulan Ramadan untuk membangunkan warga agar berbuka puasa. Aksi tersebut menggunakan alat musik seperti kentongan, angklung, dan panci.
Saat patroli, polisi menerima laporan aduan terhadap dua kelompok remaja yang diduga akan melakukan tawuran. Sejumlah pemuda langsung membubarkan diri setelah melihat mobil patroli Polsek Kaliwungu mendekati kerumunan.
Namun, sejumlah pemuda lain yang diminta untuk membubarkan diri justru bertindak anarkis dan menyerang petugas kepolisian. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pemuda melayangkan bogem mentah ke bagian kepala Kapolsek.
Anggota Polsek Kaliwungu yang melihat kejadian itu langsung berusaha melerai. Namun, beberapa pemuda dalam kerumunan ikut melawan dan memukuli secara bergantian sambil mendorong tubuh Kapolsek hingga tersungkur.
AKP Nindya mengungkapkan bahwa dirinya dan anggotanya sempat dipukuli saat berusaha melerai perkelahian antara dua kelompok pemuda di Desa Krajan Kulon. Ia menjelaskan bahwa pelaku dalam kondisi mabuk dan kini sudah dibawa ke Polsek Kaliwungu.
Dua pemuda yang ditangkap adalah MH (20), warga Dukuh Gambiran, Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, dan AF (18), warga Dukuh Kandangan, Desa Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu. Keduanya kini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Kaliwungu.
Meski terjadi pengeroyokan, polisi akhirnya berhasil mengendalikan situasi. Para pemuda yang berkumpul juga langsung membubarkan diri setelah kejadian tersebut.
“Saat kami melerai, salah satu pemuda mendorong anggota saya dan memukulnya. Saya juga sempat kena pukul sekali,” ujar AKP Nindya.
Kasi Humas Polres Kendal, Iptu Deni Herawan, menyampaikan bahwa para pelaku masih menjalani pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui motif pemukulan. Selain itu, pihak kepolisian juga sedang mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam kejadian ini.
“Nanti akan kami riliskan, terduga pelaku sedang dilakukan pemeriksaan,” tambahnya.
Peristiwa yang Menggemparkan Warga
Peristiwa pengeroyokan terhadap petugas kepolisian ini menjadi sorotan publik di wilayah Kaliwungu. Warga merasa khawatir dengan maraknya tawuran antar remaja, terlebih jika terjadi di tengah malam saat suasana masih gelap dan tidak ada pengawasan yang ketat.
Beberapa faktor bisa menjadi penyebab tawuran, termasuk kurangnya pengawasan dari orang tua, lingkungan sosial yang tidak sehat, atau bahkan pengaruh negatif dari media sosial. Hal ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya tindakan kriminalitas di kalangan remaja.
Sebagai upaya pencegahan, pihak kepolisian dan pemerintah setempat disarankan untuk lebih aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para remaja, tentang pentingnya menjaga keamanan dan kedamaian di lingkungan sekitar.
Selain itu, peningkatan kehadiran petugas di area rawan tawuran dapat menjadi langkah efektif untuk mencegah terjadinya kekerasan. Kolaborasi antara aparat kepolisian, komunitas, dan lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua warga.
Langkah yang Diambil oleh Pihak Berwenang
Setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian telah mengambil langkah-langkah tegas terhadap pelaku. Selain menahan dua pemuda yang terlibat, pihak kepolisian juga akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut.
Selain itu, pihak kepolisian juga akan memperkuat pengawasan di area-area yang sering menjadi tempat tawuran. Hal ini dilakukan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.





























































