Seminar Leksikografi Indonesia ke-8: Menghadapi Tantangan di Era Digital
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) telah secara resmi membuka Seminar Leksikografi Indonesia (SLI) ke-8 di Jakarta. Acara ini menjadi momen penting dalam memperkuat fondasi perkamusan Indonesia yang adaptif terhadap perubahan teknologi. Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Leksikografi dan Kecerdasan Artifisial”, sebagai respons terhadap dinamika baru dalam penyusunan kamus di era digital.
Kegiatan ini dihadiri oleh 120 peserta terpilih, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi berharga dalam menghadapi tantangan perkamusan di masa kini. Seminar ini juga menjadi refleksi menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, dengan harapan bahwa para peserta mampu menyumbangkan pemikiran kritis dan strategis tentang bagaimana bahasa Indonesia dapat terus berkontribusi terhadap semangat kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.
Peran Kamus dalam Sejarah dan Masa Depan Bahasa Indonesia
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menekankan bahwa peran kamus tidak bisa dipisahkan dari sejarah perjuangan dan masa depan bahasa Indonesia. Dengan meluasnya penggunaan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang mencatat lebih dari 305 juta pencarian daring, tugas menjaga kualitas dan keberlanjutan kamus menjadi semakin krusial.
Meskipun KBBI digunakan secara masif, masih ada masyarakat yang belum memahami arti istilah tertentu dengan benar. Oleh karena itu, upaya sosialisasi istilah-istilah baru perlu dilakukan melalui berbagai media yang mudah diakses dan dipahami.
Kecerdasan Artifisial dalam Pengembangan Kamus
Dalam konteks perkembangan teknologi mutakhir, Hafidz menyoroti pentingnya pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) secara etis dan adaptif dalam pengembangan kamus. AI bukan hanya alat bantu, tetapi juga medium yang bisa menyebarkan kata-kata positif yang dibangun bersama.
“Etika dalam berbahasa itu penting. Kata dalam KBBI bersumber dari kita. Maka KBBI harus mampu menjadi rujukan utama bagi sistem AI. Jangan sampai kosakata yang tidak santun dan tidak sesuai nilai budaya Indonesia justru menjadi yang paling mudah ditemukan melalui AI,” ujarnya.
Ia juga mencontohkan potensi teknologi dalam menyajikan data lintas bahasa. Bayangkan jika anak muda ingin mencari padanan kata “saya” dalam sepuluh bahasa daerah, lalu AI secara langsung menampilkan kosakata tersebut lengkap dengan suara penutur asli. Ini adalah ruang kreativitas luar biasa yang harus kita pelajari dan manfaatkan.
Dilema Linguistik di Era Digital
Namun, ia juga mengingatkan adanya dilema linguistik di era digital. Kosakata baru yang muncul dari komunitas daring atau media sosial perlu disaring sebelum masuk ke ruang formal. Validitas, kesantunan, dan keterwakilan budaya menjadi parameter penting agar KBBI tetap menjadi acuan utama dalam ruang publik yang sehat dan beradab.
Rencana Strategis Jangka Panjang
Selain memaparkan capaian dan tantangan yang dihadapi, Hafidz juga mengungkapkan rencana strategis jangka panjang. Badan Bahasa akan menjalin kerja sama internasional dengan universitas ternama seperti Leiden University, serta berbagai perguruan tinggi di Australia untuk memperkuat kapasitas S2 dan S3 dalam bidang linguistik, leksikografi, dan kajian kebahasaan lainnya.
Selain itu, Badan Bahasa akan membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam negeri melalui program magang selama satu semester di Badan Bahasa untuk mendalami praktik perkamusan dan peristilahan.
Antusiasme Peserta dan Subtema Seminar
Dalam kesempatan yang sama, Dewi Puspita, Widyabasa Ahli Madya, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Tercatat lebih dari 200 peserta mendaftar, dengan 60 makalah yang diterima dan 28 makalah terpilih untuk dipresentasikan.
Tema yang diangkat, “Leksikografi dan Kecerdasan Artifisial”, dielaborasi dalam lima subtema besar, mulai dari kebijakan leksikografi Indonesia, pengembangan sistem manajemen kamus, kamus multilingual, keterkaitan dengan data science, hingga isu-isu terminologi kontemporer. Semua subtema ini menjadi fokus diskusi dalam seminar tahun ini.





























































