Penutupan Akses API oleh Anthropic terhadap Model AI Claude
Pada akhir-akhir ini, perusahaan teknologi Anthropic mengambil langkah tegas dengan menutup akses Application Programming Interface (API) dari model kecerdasan buatan (AI) mereka yang dikenal sebagai Claude. Sebelumnya, akses tersebut bisa digunakan oleh perusahaan lain seperti OpenAI untuk membandingkan kinerja model AI mereka dengan Claude dalam berbagai aspek, termasuk pengkodean, penulisan, dan keamanan.
Menurut laporan dari Techcrunch pada Selasa, 5 Agustus 2025, pihak Anthropic menyatakan bahwa staf teknis OpenAI juga menggunakan alat pengodean Claude menjelang peluncuran model AI GPT-5. Menurut juru bicara Anthropic, tindakan tersebut dianggap sebagai pelanggaran langsung terhadap persyaratan layanan mereka.
Anthropic memiliki aturan ketat yang melarang perusahaan lain, terutama sesama pengembang AI, untuk menggunakan Claude dalam membangun layanan pesaing. Meskipun demikian, manajemen perusahaan tetap akan memberikan akses OpenAI untuk tujuan benchmarking dan evaluasi keamanan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada batasan, Anthropic masih ingin menjaga hubungan kerja sama dengan perusahaan lain dalam skala tertentu.
Chief Science Officer Anthropic, Jared Kaplan, sebelumnya mengungkapkan bahwa entitasnya telah memotong sebagian besar akses langsung Windsurf—perusahaan pengkodean dengan AI—ke model Claude. Tindakan ini dilakukan setelah muncul rumor rencana akuisisi Windsurf oleh OpenAI. Jika benar, menurut Kaplan, rencana tersebut akan terlihat seperti Claude dijual ke OpenAI.
“Kami benar-benar hanya berusaha mendukung para pelanggan kami yang akan terus bekerja sama secara berkelanjutan di masa depan,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Selain fokus pada pengembangan chatbot AI, Kaplan juga memastikan bahwa Anthropic terus berkomitmen untuk mengembangkan Claude Code. Inovasi menjadi sangat penting karena kompetisi antar entitas teknologi di Amerika Serikat semakin ketat.
OpenAI merespons keputusan Anthropic dengan menyatakan bahwa mereka menghormati keputusan tersebut. Namun, di sisi lain, perusahaan yang dipimpin oleh Sam Altman menganggap keputusan itu tidak menyenangkan. “Ini mengecewakan, mengingat API kami tetap tersedia untuk mereka,” begitu bunyi pernyataan perwakilan OpenAI.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh Anthropic, tampaknya perusahaan tersebut lebih memprioritaskan keamanan dan kontrol atas model AI mereka. Di tengah persaingan yang semakin sengit, tindakan ini bisa menjadi contoh bagaimana perusahaan teknologi mempertahankan keunggulan mereka dalam dunia AI yang berkembang pesat.






























































