Penggeledahan KPK di Gedung Ditjen PHU Kemenag Berlangsung Hingga Malam
Penggeledahan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama berlangsung hingga larut malam. Proses penggeledahan ini terjadi pada Rabu (13/8/2025), dengan aktivitas penyidik KPK terlihat sangat intensif.
Sekitar pukul 23.40 WIB, lebih dari 20 penyidik KPK turun ke lobi gedung menggunakan lift. Mereka mengenakan kemeja putih, sebagian memakai topi dan masker medis. Pemandangan yang menarik perhatian adalah ketika para penyidik membawa tiga koper besar berisi barang bukti hasil penggeledahan. Dua koper berwarna hitam dan satu koper berwarna biru menjadi fokus utama. Ukuran koper yang besar membuat beberapa penyidik terlihat kesulitan saat menuruni anak tangga menuju kendaraan.
Seorang penyidik tampak harus mengerahkan tenaga ekstra untuk mengangkat koper biru, bahkan harus menunduk dan memegang sisi koper agar tidak terjatuh. Rekan-rekannya yang membawa koper hitam juga terlihat berhati-hati saat memindahkan barang bukti itu ke mobil. Pengangkutan koper tersebut langsung diarahkan ke lima mobil berwarna hitam yang sudah terparkir di depan gedung. Mobil-mobil itu menjadi pengangkut para penyidik beserta barang bukti menuju kantor KPK.
Proses pengangkutan disertai dengan pengamanan ketat. Beberapa polisi bersenjata laras panjang terlihat mengawal proses keluarnya para penyidik dari gedung. Mereka menjaga di sekitar pintu masuk hingga koper-koper itu berhasil dimasukkan ke dalam mobil. Suasana lobi gedung saat itu terbilang lengang, hanya diwarnai aktivitas para penyidik dan petugas keamanan. Pegawai Kemenag yang bekerja di gedung tersebut sudah pulang sejak sore.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa tim KPK telah melakukan pengamanan barang bukti berupa dokumen hingga barang bukti elektronik (BBE) di Kantor Ditjen PHU Kemenag. Ia menyebutkan bahwa tim mengamankan barang bukti berupa dokumen dan BBE. Budi juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Agama (Kemenag) RI yang telah kooperatif selama proses penggeledahan. Ia menegaskan bahwa KPK menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemenag karena selama prosesnya membantu dan kooperatif.
Di sisi lain, Budi menyebut bahwa KPK juga melakukan penggeledahan di suatu rumah di kawasan Depok, Jawa Barat. Namun, ia enggan membeberkan identitas pemilik rumah tersebut. Menurutnya, rumah pihak terkait yang berlokasi di Depok, dan diamankan 1 unit kendaraan roda empat serta beberapa aset.
Sebelumnya, Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Muhammad Syafii, memastikan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) RI akan bersikap terbuka terhadap penggeledahan yang dilakukan KPK. Ia menegaskan tidak ada hal yang akan ditutup-tutupi. Menurut Syafii, semua proses hukum di republik ini seyogyanya dibantu oleh setiap warga negara.
Meski demikian, Syafii mengaku tidak mengetahui detail kegiatan KPK pada hari ini. Sebab, penyidik KPK disebut tidak mendatangi ruangannya. Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak ada interaksi langsung dengan tim KPK. Ia mengatakan bahwa KPK tidak datang ke ruangannya, sehingga ia tidak mengetahui apa yang mereka lakukan. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa tidak ada yang bisa dikomentari karena tidak bertemu langsung dengan tim KPK.






























































