Kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo: Pangdam Minta Investigasi Transparan dan Profesional
Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto, menegaskan bahwa proses investigasi terkait kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere, Nagekeo, NTT, harus dilakukan secara transparan dan profesional. Hal ini disampaikan oleh Waka Pendam IX/Udayana, Letkol Inf. Amir Syarifudin, saat memberikan keterangan mengenai pengusutan kasus tersebut.
Menurut Amir, Pangdam merasa kecewa atas kejadian yang terjadi dan langsung memerintahkan tindakan cepat dalam proses investigasi. Ia menekankan pentingnya mendapatkan jawaban yang jelas agar kejadian ini tidak terulang kembali.
”Pangdam marah dan langsung memerintahkan investigasi segera dilakukan. Kami diminta untuk segera merespons agar kejadian ini dapat mendapat penyelesaian yang tepat,” ujar Amir.
Saat ini, pihaknya masih belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian Prada Lucky. Tim investigasi dari Sub Detasemen Polisi Militer (Sudenpom) Kupang dan Intelijen sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.
”Kami belum bisa memastikan apakah kematian ini disebabkan oleh penganiayaan atau faktor lain. Semua kemungkinan bisa terjadi, termasuk cedera akibat kecelakaan,” jelas Amir.
Terkait sanksi bagi prajurit yang terbukti terlibat dalam kasus ini, pihak TNI akan menyerahkan kepada hakim saat persidangan. Namun, pihaknya berharap pendekatan yang dilakukan tetap bersifat humanis tanpa kekerasan, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia prajurit TNI.
Langkah Peningkatan Pengawasan di Seluruh Satuan
Berdasarkan peristiwa ini, pihak TNI akan meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di masing-masing satuan. Amir menekankan bahwa di era digital seperti sekarang, kekerasan tidak boleh lagi terjadi.
”Kami selalu melaksanakan pengawasan dengan penekanan bahwa tidak boleh ada kekerasan. Saat ini yang dibutuhkan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengurangi kontak fisik dan lebih mengedepankan nilai humanisme,” tambahnya.
Beberapa langkah yang akan diambil antara lain:
- Peningkatan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di setiap satuan.
- Pelatihan dan sosialisasi tentang etika dan sikap humanis bagi para prajurit.
- Penguatan sistem pengaduan untuk melindungi prajurit dari tindakan tidak sesuai aturan.
- Evaluasi terhadap mekanisme pengawasan internal guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan TNI dapat menjaga kualitas dan martabat prajurit, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi militer.





















































