Fitur Baru Instagram: Repost untuk Membagikan Kembali Konten Reels dan Unggahan
Instagram kembali meluncurkan fitur baru yang dinamakan Repost. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk membagikan kembali Reels maupun unggahan dari akun publik dalam profil mereka sendiri. Dengan adanya fitur ini, konten yang dibagikan ulang akan muncul dalam tab khusus di profil pengguna dan juga berpotensi direkomendasikan kepada pengikut.
Kreator konten memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau audiens baru, meskipun belum saling mengikuti. Setiap Repost tetap mencantumkan kredit kepada kreator asli. Pengguna juga dapat menambahkan catatan atau komentar singkat saat melakukan Repost dengan mengetik pesan dalam gelembung yang muncul di layar, lalu menekan tombol simpan.
Cara Kerja Fitur Repost
Fitur Repost mirip dengan fitur yang ada di TikTok. Dengan fitur ini, pengguna bisa membagikan ulang Reels atau unggahan dari akun publik yang muncul di halaman utama Instagram atau halaman Explorer. Tidak diperlukan waktu tambahan untuk mengaktifkan fitur ini, karena Instagram akan secara otomatis menambahkan tombol Repost saat pengguna memperbarui aplikasi di perangkatnya.
Setiap unggahan yang dibagikan ulang akan muncul dalam tab khusus di profil pengguna. Seluruh pengikut dari pengguna yang membagikan ulang unggahan tersebut akan melihat tab tersebut. Hal ini memungkinkan pengikut pengguna untuk mendapatkan rekomendasi kreator konten dalam halaman penjelajahan saat menonton video-video singkat di media sosial ini.
Pengguna juga bisa menambahkan catatan atau komentar singkat melalui Repost. Catatan tersebut akan muncul dalam gelembung yang muncul di layar saat unggahan muncul, mirip dengan fitur Notes yang telah dihapus oleh Instagram beberapa bulan lalu.
Manfaat dan Dampak Fitur Repost
Fitur ini tetap memberikan kredit kepada unggahan asli, sehingga seluruh kreator konten bisa mendapatkan rujukan langsung dari pengikut baru. Seluruh kumpulan unggahan berupa video dan foto yang dibagikan ulang oleh pengguna juga akan dikumpulkan dalam tab baru di halaman akun pengguna. Konsep ini sangat mirip dengan fitur Repost yang dimiliki oleh pemilik akun TikTok.
Menurut The Verge, fitur ini menjadi salah satu topik yang diperdebatkan oleh warganet. Awalnya, Instagram dibentuk sebagai media sosial yang digunakan untuk berbagi foto dan video hanya dengan teman dan keluarga. Namun, seiring berkembangnya platform, Instagram mulai beralih ke model yang lebih fokus pada pembagian Reels untuk meningkatkan iklan.
Akibatnya, foto dan video unggahan dari akun yang diikuti semakin jarang terlihat di halaman umpan utama. Halaman profil cenderung tidak relevan dibandingkan sebelumnya karena pengguliran berbasis rekomendasi menjadi hal yang biasa. Fitur Repost Instagram menintensifkan pergeseran algoritma yang lebih cepat berubah, sehingga pengguna semakin kesulitan dalam menemukan konten sesuai minat mereka dan yang diikuti.






























































