Pembunuhan Wartawan di Bangka Belitung Diduga Terkait Motif Ekonomi
Seorang wartawan dan pimpinan media online di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Korban bernama Adityawarman (47 tahun), yang juga menjadi pemimpin redaksi situs okeyboz.com. Peristiwa ini mengejutkan masyarakat setempat, terlebih karena korban adalah seorang jurnalis yang aktif dalam menjalankan tugasnya.
Menurut informasi yang diperoleh, pelaku pembunuhan adalah dua orang pria yang memiliki hubungan tertentu dengan korban. Dugaan sementara menyebut bahwa peristiwa tersebut berawal dari sebuah masalah terkait mobil milik korban, yaitu Daihatsu Terios. Polisi menyatakan bahwa motif utama dari pembunuhan ini adalah faktor ekonomi.
Direktur Reserse Kriminal Polda Bangka Belitung, Kombes Pol Arvan Rivai, menjelaskan bahwa para tersangka ingin menguasai mobil korban serta barang-barang lainnya. “Tersangka telah menerima uang muka sebesar Rp 1 juta untuk penjualan Daihatsu Terios milik korban,” kata Arvan dalam konferensi pers di Mapolda Bangka Belitung.
Selain itu, polisi juga menemukan bahwa salah satu tersangka merupakan pecandu judi online. Hal ini memperkuat dugaan bahwa keinginan untuk mendapatkan uang cepat menjadi alasan utama dalam rencana pembunuhan tersebut. Mobil korban rencananya akan dijual ke luar Bangka, namun polisi lebih dulu menangkap salah satu pelaku.
Salah satu tersangka utama, Hasan Basri (33 tahun), bekerja di kebun milik korban. Ia ditangkap di Palembang, Sumatera Selatan, pada 11 Agustus 25. Sebelumnya, dua hari sebelum penangkapan Hasan, polisi juga berhasil menangkap tersangka lainnya, Martin alias Akmal, di Kalidoni, Ogan Komering Ilir (OKI), bersama mobil korban.
Arvan memastikan bahwa kasus ini murni merupakan pencurian dengan kekerasan yang disertai pembunuhan berencana. Dalam aksinya, pelaku memukul kepala korban menggunakan kayu balok dan kemudian membuang jasadnya ke dalam sumur di sekitar kebun.
Dari hasil penyelidikan, tidak ada indikasi hubungan yang tidak normal antara korban dan tersangka. Hubungan keduanya dianggap biasa atau datar. Namun, keinginan untuk menguasai harta korban membuat tersangka merencanakan pembunuhan.
Kasus ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang keamanan di wilayah tersebut, terutama bagi kalangan jurnalis yang sering kali menjadi target dari berbagai ancaman. Masyarakat dan komunitas media diharapkan tetap waspada dan melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib.
Polisi terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini. Penangkapan terhadap pelaku utama memberikan harapan bahwa kasus ini dapat segera terselesaikan dengan adil dan transparan.






























































