Kekerasan yang Menewaskan di Kota Cirebon
Sebuah peristiwa kekerasan yang menimbulkan korban jiwa terjadi di Kota Cirebon. Perkelahian antara dua kelompok pemuda berakhir dengan kematian seorang remaja. Sebelumnya, kedua kelompok tersebut saling menantang melalui media sosial.
Peristiwa tawuran terjadi pada Selasa, 19 Agustus 2025, pukul 3.00 dini hari, di Jalan Kasunean, Kota Cirebon. Diperkirakan puluhan orang terlibat dalam perkelahian ini. Kejadian ini menimbulkan rasa ketakutan dan kecemasan di kalangan masyarakat setempat.
Hingga Rabu, 20 Agustus 2025, Polres Cirebon Kota masih melakukan pencarian terhadap satu pelaku yang belum ditangkap. Dua orang lainnya sudah diamankan setelah korban meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Korban tewas mengalami luka bakar parah akibat dilempar bom molotov. Saksi mata menyebutkan bahwa korban jatuh setelah terkena lemparan tersebut. Setelah jatuh, anggota kelompok lawannya langsung membacok korban berkali-kali hingga meninggal secara mengenaskan.
Inspektur Dua Gunawan, Kanit I Reserse Umum Satreskrim Polres Cirebon Kota, menjelaskan bahwa kedua kelompok pemuda tersebut mengatasnamakan Team Hura-hura dan Team Enjoy Tengah Official. Mereka saling menantang melalui Instagram dan membuat janji untuk bertemu di Jalan Kasunean pada pukul 3.00.
Korban bernama KD, berusia 21 tahun. Hasil autopsi menunjukkan adanya luka bakar di tubuh korban. Diduga korban terkena lemparan bom Molotov. Selain itu, juga ditemukan bekas luka bacok. Polisi menduga, korban dibunuh setelah terkena bom molotov dan terbakar, lalu dibacok dengan senjata tajam.
Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Panti Abdi Darma, namun kondisinya sangat parah sehingga akhirnya meninggal dunia.
Polres Cirebon Kota telah menangkap dua orang yang diduga sebagai pelaku. Satu orang lainnya masih dalam proses pengejaran. “Ada tiga orang yang diduga kuat sebagai pelaku. Dua sudah ditangkap, satu masih buron,” ujar Gunawan.
Ia menambahkan bahwa penyidik sedang mendalami peran para pelaku serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap seluruh kronologi kejadian.
Polres Cirebon Kota mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, agar tidak terlibat dalam aksi tawuran. Hal ini karena dapat menimbulkan korban jiwa dan meresahkan warga sekitar. Mereka juga menyarankan agar masyarakat lebih waspada dan melaporkan kejadian yang mencurigakan kepada pihak berwajib.





























































