Kasus Pencurian yang Menghancurkan Persahabatan
Persahabatan seharusnya menjadi fondasi yang kuat dalam hubungan antar manusia. Namun, dalam kasus ini, persahabatan justru dihancurkan oleh tindakan tidak terpuji. AG (24), warga Pekon Podomoro, Pringsewu, mengkhianati temannya sendiri demi sebuah ponsel. Aksi pencurian ini terjadi saat korban sedang tertidur lelap, dan AG berpura-pura ikut membantu mencari ponsel yang hilang.
Kasus ini terungkap setelah korban, Sutrino (36), warga Gadingrejo, melaporkan kehilangan ponsel Oppo Reno 11 F miliknya. Ponsel tersebut bernilai sekitar Rp4,6 juta dan hilang pada Sabtu dinihari, 8 Februari 2025. Saat itu, Sutrino tertidur setelah nongkrong di pendopo Pringsewu bersama teman-temannya.
Menurut informasi dari Kasat Reskrim Polres Pringsewu, AKP Johannes Erwin Parlindungan Sihombing, ponsel korban awalnya disimpan di dalam tas. Namun, ketika bangun, ponsel tersebut sudah hilang. Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil menemukan bahwa ponsel tersebut berada di tangan AG.
Pelaku ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan pada Senin dinihari, 4 Agustus 2025, pukul 02.00 WIB. Penangkapan ini dilakukan setelah petugas melakukan pengintaian dan investigasi lebih lanjut.
Dalam pemeriksaan, AG mengakui bahwa ia datang ke pendopo untuk menjemput korban. Saat melihat temannya tertidur dalam keadaan mabuk, ia tergoda melihat ponsel di dalam tas. Karena sedang membutuhkan uang, AG nekat mengambil ponsel tersebut. Ponsel lamanya telah digadaikan.
Yang paling ironis adalah, setelah mencuri, AG justru ikut mengantar korban mencari bantuan ke seorang dukun untuk “melacak” ponsel yang sebenarnya ia curi sendiri. Tindakan ini menunjukkan betapa tidak adilnya tindakan AG terhadap sahabatnya.
Saat ini, AG harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara. Meskipun AG mengaku khilaf dan menyesal, tindakannya tetap akan mendapat konsekuensi sesuai hukum yang berlaku.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua orang. Persahabatan harus dibangun atas dasar kepercayaan dan saling menghormati. Tidak ada alasan yang dapat dibenarkan untuk mengkhianati seseorang yang kita anggap sebagai teman dekat. Dengan mengetahui akibat dari tindakan tidak benar, semoga kasus seperti ini bisa diminimalisir di masa depan.





























































