Tersangka Pembunuhan Kepala Kantor Cabang Pembantu BRI Mengajukan Diri sebagai Justice Collaborator
Seorang tersangka dalam kasus pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta, Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih, mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) atau pelaku yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Tersangka tersebut adalah Erasmus Wawo, yang merupakan anggota dari tim penculik korban.
Kuasa hukum Erasmus, Adrianus Agal, mengonfirmasi bahwa kliennya telah membuat permohonan untuk menjadi justice collaborator kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Adrianus menjelaskan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Universitas Trisakti terkait permohonan ini.
“Kami siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum,” ujarnya melalui pesan singkat. Menurut Adrianus, kliennya tidak terlibat langsung dalam tindakan penganiayaan yang menyebabkan kematian. Erasmus hanya ditugaskan untuk menculik paksa Ilham.
Adrianus sebelumnya mengungkapkan bahwa kliennya melakukan penculikan atas perintah dari seorang aparat. “Klien kami diperiksa karena kaitannya dengan pelaku F yang menawarkan pekerjaan,” katanya kepada Tempo di Jakarta pada 4 September 2025.
Tiga orang yang mengetahui kasus ini mengatakan bahwa inisial F yang dimaksud bernama lengkap Feri Herianto. Dia adalah seorang prajurit di salah satu pasukan elit TNI AD. Adrianus Agal mengungkapkan bahwa kliennya memang mengenal sosok Feri, meskipun hubungan antara Erasmus dan Feri belum dijelaskan secara rinci.
Komandan Pomdam Jaya, Kolonel Corps Polisi Militer Donny Agus Prianto, membenarkan adanya keterlibatan Feri Herianto yang diketahui berpangkat Kopral Dua. “Terhadap yang bersangkutan sudah dilakukan penahanan dan ditetapkan sebagai tersangka,” kata Donny lewat pesan singkat pada 12 September 2025.
Donny menjelaskan bahwa peran Feri adalah sebagai perantara dalam mencari orang untuk menjemput paksa Ilham. Saat kejadian penculikan, Feri sedang dicari oleh satuan kerjanya.
“Saat kejadian tersebut, statusnya sedang dicari oleh satuan karena tidak hadir tanpa izin dinas,” ujarnya.
Mohamad Ilham Pradipta ditemukan tewas di sebuah lahan kosong di Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 21 Agustus 2025. Berdasarkan penelusuran polisi, Ilham sempat diculik sejumlah orang di parkiran Kantor Pusat Lotte Mart Indonesia di Ciracas, Jakarta Timur, sehari sebelumnya.
Tim penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap 15 orang pelaku penculikan Ilham beberapa hari kemudian. Lima belas orang itu terbagi menjadi tiga tim. Pertama adalah tim pengintai, kedua tim penculik, dan ketiga tim eksekutor.
Otak dari penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta adalah seorang pengusaha bernama Dwi Hartono. Berdasarkan penelusuran Tempo, peristiwa ini berlatarkan masalah pembobolan sejumlah rekening di Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih.
Nabiila Azzahra ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.






























































