Kasus Penikaman Brutal yang Menewaskan Joel Alberto Benedict Tanos
Kasus penikaman yang menewaskan Joel Alberto Benedict Tanos, 18 tahun, cucu dari seorang pengusaha berpengaruh di Sulawesi Utara, kini memasuki babak baru. Insiden berdarah ini terjadi pada Senin (4/8) pagi di Kecamatan Sario, Kota Manado. Polda Sulut telah mengungkapkan kronologi lengkap kejadian tersebut.
Kronologi Kejadian
Menurut informasi dari Ditreskrimum Polda Sulut, malam sebelum kejadian, Joel Tanos dan pacarnya sempat makan bersama di kawasan Megamas, Manado. Mereka kemudian mengambil obat di rumah sang pacar, lalu singgah ke rumah teman mereka di Sario dan akhirnya ke rumah Joel di kawasan Sindulang.
Sekitar pukul 04.30 wita, EDS dan AMR yang berada di rumah teman tersebut diketahui mulai menenggak minuman keras. EDS bahkan sempat pulang mengambil tas berisi dompet dan sebilah pisau badik sebelum kembali bergabung untuk melanjutkan pesta miras.
Pertemuan yang Berujung Maut
Pada pukul 07.00 wita, pacar Joel bersama seorang temannya tiba di rumah tersebut. Tak lama kemudian, Joel yang mencari keberadaan sang pacar datang bersama seorang teman. Saat membuka pintu, tubuh Joel tanpa sengaja mendorong pintu hingga mengenai AMR yang berada di baliknya.
Terjadi adu mulut hingga perkelahian antara Joel dan AMR. Saat itu EDS langsung mengeluarkan pisau badik dari tasnya. Pertikaian cepat berubah menjadi aksi kekerasan. Ketika AMR hendak membalas pukulan Joel, EDS langsung menghujamkan pisau beberapa kali ke tubuh korban.
Dalam kondisi terluka, Joel sempat berusaha keluar rumah, namun dikejar dan kembali dipukuli oleh AMR hingga terjatuh di teras. Korban langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Manado oleh teman-temannya, namun nyawanya tak tertolong. Joel dinyatakan meninggal pukul 08.10 wita akibat luka tusukan di dada kiri, leher, punggung, dan dagu.
Pelaku Ditangkap Beberapa Jam Setelah Kejadian
Tim gabungan dari Resmob Polda Sulut, Polresta Manado, dan Polsek Sario bergerak cepat. Hanya berselang beberapa jam usai kejadian, kedua tersangka berhasil ditangkap di wilayah Sario.
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari lokasi dan para tersangka, antara lain dua pisau penusuk milik EDS, dua unit sepeda motor, tas selempang, pakaian korban, serta handphone milik kedua pelaku. Kedua tersangka kini telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Reaksi Masyarakat dan Peringatan Penting
Tragedi ini menghebohkan warga Manado dan dengan cepat menjadi topik nasional. Apalagi mengingat status korban sebagai cucu dari salah satu tokoh berpengaruh di Sulawesi Utara. Banyak netizen menyerukan keadilan dan menyoroti latar belakang peristiwa, termasuk keterlibatan miras dan konflik yang dipicu urusan asmara.
Kasus ini menjadi pengingat penting tentang perlunya pengawasan terhadap peredaran senjata tajam dan miras di kalangan anak muda. Selain itu, mediasi dalam penyelesaian konflik juga sangat diperlukan agar tidak berujung maut.






























































