Upaya Kepolisian Resor Bangka Barat dalam Mencegah Penyelundupan Timah
Kepolisian Resor Bangka Barat terus meningkatkan upaya pencegahan penyelundupan timah dari Pulau Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Tindakan ini dilakukan dengan memperketat pengawasan di jalur laut dan beberapa pelabuhan yang menjadi titik krusial bagi keberangkatan barang ilegal.
Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha menyampaikan bahwa tidak ada ruang bagi praktik penyelundupan timah dengan adanya pengawasan yang semakin ketat. “Ini sejalan dengan amanat Presiden Prabowo Subianto agar aparat penegak hukum konsisten memberantas penyelundupan dan menjaga kekayaan sumber daya alam negara,” ujarnya saat berada di Mentok, Sabtu, 31 Januari 2026.
Pradana menjelaskan bahwa pihaknya telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sekitar 10 ton balok dan bijih timah yang akan dibawa keluar Pulau Bangka melalui Pelabuhan Tanjungkalian Mentok. Polres Bangka Barat, melalui jajaran Satpolair, melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan truk yang membawa muatan mencurigakan pada Rabu malam, 28 Januari 2026.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan ratusan keping balok timah dan puluhan karung bijih timah. Seluruh barang tersebut dikemas dalam 42 kotak fiber ikan untuk mengelabui petugas. “Nilai barang bukti itu ditaksir mencapai Rp 5 miliar,” tambah Pradana.
Langkah Tegas untuk Menjaga Sumber Daya Alam
Kapolres Bangka Barat menegaskan bahwa tindakan penindakan terhadap penyelundupan timah dilakukan atas instruksi dari Kapolda Babel. “Tujuannya adalah untuk menindak tegas segala bentuk penyelundupan timah yang merupakan sumber daya alam strategis,” ujarnya.
Beberapa langkah penting yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Bangka Barat antara lain:
- Peningkatan pengawasan di jalur laut dan pelabuhan.
- Pemeriksaan intensif terhadap kendaraan yang mencurigakan.
- Kolaborasi dengan instansi terkait untuk memastikan efektivitas pencegahan penyelundupan.
- Edukasi kepada masyarakat tentang dampak negatif penyelundupan terhadap ekonomi dan lingkungan.
Selain itu, pihak kepolisian juga aktif dalam memantau aktivitas masyarakat di sekitar area pertambangan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tindakan ilegal yang dapat merugikan negara.
Dampak Penyelundupan Terhadap Ekonomi dan Lingkungan
Penyelundupan timah memiliki dampak yang sangat besar terhadap ekonomi dan lingkungan. Dampak ekonomi meliputi hilangnya pendapatan daerah akibat penjualan ilegal barang tambang. Sementara itu, dampak lingkungan bisa berupa kerusakan ekosistem dan pencemaran air serta udara akibat proses pertambangan yang tidak terkontrol.
Untuk itu, Kepolisian Resor Bangka Barat terus berkomitmen untuk memastikan bahwa sumber daya alam seperti timah tetap terjaga dan dimanfaatkan secara benar. Hal ini juga sejalan dengan visi pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Kesimpulan
Upaya pencegahan penyelundupan timah oleh Kepolisian Resor Bangka Barat menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga kekayaan sumber daya alam negara. Dengan pengawasan yang lebih ketat dan tindakan tegas terhadap pelaku penyelundupan, diharapkan dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat dan instansi lainnya.





















































