Presiden Prabowo Subianto Dorong Pembukaan Bandara Internasional di Berbagai Daerah
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan kebijakan penting terkait pengembangan infrastruktur transportasi udara. Ia mendorong pembukaan banyak bandara internasional di berbagai wilayah agar dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, setelah rapat terbatas yang digelar melalui video telekonferensi dari kediaman pribadinya di Bukit Hambalang, Bogor, pada Jumat lalu.
Pembukaan bandara internasional tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas antar daerah. Dengan adanya akses udara yang lebih luas, perputaran ekonomi akan semakin cepat, terutama dalam sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional.
Kebijakan Presiden Prabowo dalam Pembangunan Infrastruktur Transportasi Udara
Presiden Prabowo menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur transportasi udara. Dalam rapat terbatas yang digelar secara hybrid (daring dan luring), ia memantau berbagai program prioritas pemerintah. Rapat tersebut dihadiri oleh para menteri dan pejabat tinggi negara, termasuk Seskab Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta Kepala Sekretariat Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.
Beberapa menteri terkait seperti Menteri Perhubungan, Pertanian, Pendidikan Tinggi, Kehutanan, Investasi, Koordinator Bidang Perekonomian, Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan, serta Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara dan PT Pindad juga turut mengikuti rapat melalui video telekonferensi.
Penutupan Bandara Internasional Sebelumnya
Sebelum masa pemerintahan Presiden Prabowo, Kementerian Perhubungan telah menutup 18 bandara internasional pada 29 April 2024. Keputusan tersebut didasarkan pada Keputusan Menteri Nomor 31 Tahun 2024 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional. Namun, kini Presiden Prabowo memberikan peluang bagi bandara-bandara tersebut untuk kembali beroperasi, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur yang lebih baik.
Prioritas Pembangunan Infrastruktur
Presiden Prabowo menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama. Hal ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di berbagai daerah. Dengan peningkatan akses transportasi udara, daerah-daerah yang sebelumnya kurang terjangkau akan lebih mudah diakses, sehingga potensi wisata dan investasi bisa dimaksimalkan.
Dalam konteks ini, pembukaan bandara internasional tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat lokal dalam berbagai bidang, mulai dari usaha hingga kesempatan kerja.
Langkah Konkret untuk Meningkatkan Konektivitas
Rapat terbatas yang digelar Presiden Prabowo menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan transportasi udara. Dengan pendekatan yang lebih inklusif dan progresif, pemerintah berupaya menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam merancang kebijakan transportasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Dengan demikian, semua pihak dapat saling mendukung dalam mewujudkan visi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.





























































