Profil Nono Anwar Makarim, Ayah Nadiem Makarim yang Pernah Menjabat di KPK
Nama Nono Anwar Makarim kini kembali menjadi perhatian setelah putranya, Nadiem Makarim, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Meski tidak terlibat langsung dalam kasus tersebut, sosok Nono Anwar Makarim menarik perhatian karena latar belakangnya yang cukup mentereng.
Nono Anwar Makarim bukanlah sosok biasa. Ia dikenal sebagai tokoh hukum yang memiliki pengaruh besar di Indonesia. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai anggota Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang bertugas mengawasi etika dan perilaku pegawai KPK. Meskipun usianya sudah mencapai 80 tahun, Nono masih aktif menjalankan perannya di KPK.
Latar Belakang Pendidikan dan Karier
Pendidikan tinggi Nono Anwar Makarim dimulai di Universitas Indonesia sebelum melanjutkan studi ke Amerika Serikat. Ia memperoleh gelar dari Harvard University, sama seperti putranya, Nadiem Makarim. Setelah menyelesaikan pendidikan, Nono sempat bekerja di kantor hukum milik Adnan Buyung Nasution sebelum akhirnya mendirikan firma hukum sendiri bersama Frank Taira Supit pada tahun 1980.
Firma hukum yang diberi nama Makarim & Taira S ini kini diakui sebagai salah satu kantor hukum terkemuka di Indonesia. Bahkan, selama lebih dari 40 tahun berdiri, firma ini telah menangani banyak klien besar seperti Bank Panin, Bata, Citibank, American Express, dan ICI. Prestasi ini menjadikan Makarim & Taira S sebagai panutan bagi banyak kantor hukum baru di tanah air.
Peran dalam Dunia Hukum dan Sosial
Selain berkarier di dunia hukum, Nono Anwar Makarim juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Sejak tahun 2011, ia dipercaya menjadi anggota Komite Etik KPK. Dalam jabatan tersebut, ia membantu mengawasi dugaan pelanggaran kode etik internal di lembaga anti-korupsi tersebut.
Tidak hanya itu, Nono juga dikenal sebagai penulis yang produktif. Banyak buku yang ia tulis telah memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ilmu hukum di Indonesia.
Hubungan dengan Hotman Paris
Salah satu fakta menarik tentang Nono Anwar Makarim adalah pernah mempekerjakan Hotman Paris saat masih berkarier di Australia. Hotman Paris, yang kini dikenal sebagai pengacara selebritas, sempat menghabiskan waktu 20 tahun bekerja di kantor hukum Makarim & Taira S. Melalui akun Instagram pribadinya, Hotman sering membagikan momen kenangan saat masih menjadi pengacara muda, termasuk saat berada di Sydney bersama ratusan pengacara asing lainnya.
Peran Nono dalam Keluarga
Jejak keberhasilan Nono Anwar Makarim tampaknya turut diwarisi oleh sang putra, Nadiem Makarim. Nadiem, yang juga lulusan Harvard University, kini menjabat sebagai mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Namun, kini Nadiem harus menghadapi masalah hukum terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Kejaksaan Agung resmi menetapkan Nadiem sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Penyidik telah memeriksa sekitar 120 orang saksi dan 4 ahli untuk mengumpulkan alat bukti. Nadiem disangka melanggar beberapa pasal undang-undang anti-korupsi. Saat ini, Nadiem sedang menjalani proses hukum dan didampingi kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea.
Meskipun kasus ini sedang berlangsung, sosok Nono Anwar Makarim tetap menjadi contoh bagi banyak orang. Dari latar belakangnya yang solid hingga kontribusi dalam bidang hukum dan sosial, Nono Anwar Makarim tetap menjadi tokoh penting di tengah dinamika politik dan hukum Indonesia.






























































